lapangan Voorvo

BERANDA.CO – Polemik lapangan Voorvo Samarinda yang rencananya bakal dibangun untuk proyek mini soccer juga ditanggapi anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Salehuddin. Menurutnya, Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda perlu cari jalan tengah.

“Yang pasti, komersialisasi olahraga kalau sudah diserahkan ke pihak ketiga ya pasti berubah,” ujar Salehuddin.

Menurut Salehuddin, sebenarnya tak ada masalah terkait lapangan Voorvo yang memang aset Pemprov Kaltim digunakan untuk kepentingan pihak ketiga. Terlebih jika berpotensi menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kaltim.

“Tapi kalau bicara masalah bagaimana aset pemprov itu dibangun dan di posisi yang tidak seharusnya menurut pertimbangan rencana detail tata ruang kota, saya pikir ini juga jadi masalah,” sambung politisi dari Fraksi Golkar itu.

BACA JUGA  RDP, Komisi III Mediasi Gapoktan dan PT MHU

Sebelumnya, Pemkot Samarinda telah menegaskan bahwa penyewa lahan atau pihak ketiga dari lapangan Voorvo itu bisa melengkapi syarat perizinan untuk mengantongi persetujuan bangunan gedung (PBG). Salehuddin menyebut, antara pemkot dan pemprov harus berkomunikasi lebih lanjut.

“Ini harus dikomunikasikan dulu. Apakah ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses pemkot untuk membuat kolam retensi, itu kan harus dikomunikasikan,” tambahnya.

Selama proses komunikasi berjalan dengan baik antara kedua belah pihak, Salehuddin menilai prosesnya bisa segera diselesaikan. Namun jika itu bertentangan dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Samarinda, maka harus ada solusi atau jalan tengah.

Terlebih lagi, aset Pemprov Kaltim juga banyak. Menurutnya, masih banyak tempat lain yang bisa digunakan tanpa harus bertentangan dengan rencana detail tata ruang kota.

BACA JUGA  DPRD Kaltim Akan Tinjau Ulang Kerjasama Pengelolaan Mal Lembuswana

“Silakan saja dibangun tapi harus mengikuti pedoman yang lebih rigid lagi. Itu kan rencana tata ruang dari Pemkot Samarinda,” tandasnya. (adv)

Facebook Comments Box