spot_img

Serapan Anggaran Jeblok, DPRD Tekan Pemprov Maksimalkan Pendapatan Daerah

Banner-DPRD-Kaltim-2025

BERANDA.CO, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyampaikan bahwa pembahasan APBD 2026 antara DPRD dan Pemprov telah mencapai kesepakatan final. Ia memastikan proses tersebut segera masuk tahap persetujuan, meski serapan anggaran Kaltim tahun berjalan masih rendah. “Nah hari ini sudah sepakat, mudah-mudahan besok kita menuju persetujuan APB, jadi 2026,” ujarnya seusai rapat paripurna ke-45, Sabtu (29/11/2025) malam.

Ananda menyoroti rendahnya realisasi belanja OPD sepanjang 2025. Ia menyebut penyerapan anggaran belum mendekati target maksimal. “Serapan dari OPD bahwa hari ini kan di 2025 serapannya belum sampai di 70 persen, terus juga realisasi pendapatannya juga masih di angka 60 sekian persen ya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian pemerintah daerah agar waktu tersisa dapat dimanfaatkan secara optimal. “Kita berharap sih dengan waktu yang masih tersisa ini bisa dimaksimalkan, tapi ini kan menjadi pembelajaran juga untuk kita Kalimantan Timur ke depan untuk realisasi pendapatan asli daerah dan juga untuk penyerapan anggaran seperti itu,” katanya.

BACA JUGA  Hadiri Harla PPP, Sigit Wibowo Berikan Apresiasi

Menurut Ananda, dinamika penyerapan anggaran dipengaruhi mekanisme transfer pusat dan waktu realisasi PAD. Ia menilai penyesuaian harus dilakukan agar pelaksanaan anggaran lebih efektif. “Bahwa kalau misalkan nanti ke depannya harus terus dilaksanakan aja langsung seperti itu, tapi kan juga memang anggaran kita ini masuknya transfer dari pusatnya terus juga masuk serapan realisasi dari PAD-nya itu kan memang ada waktu,” terangnya.

Ia menambahkan, optimalisasi anggaran harus menjadi perhatian utama. “Jadi itu juga harus disesuaikan, itu juga harus bisa lebih optimal, lebih maksimal,” ujar politisi Partai PDI Perjuangan Kaltim ini.

Meski PAD Kaltim tergolong tinggi dibanding provinsi lain, Ananda menilai kontribusinya belum mencerminkan potensi sesungguhnya. “Belum efektif, memang PAD kita cukup dari daerah lain, dari daerah provinsi lain kita cukup tinggi tapi menurut saya belum kalau di-breakdown dari sisi pendapatan kita dari sisi aset, BUMD, masih belum optimal, kita harus optimalkan lagi,” tegasnya.

BACA JUGA  Ananda Emira Moeis Beber Pelbagai Ancaman Kebangsaan

Ia kemudian menyoroti potensi alur Sungai Mahakam yang setiap hari dilintasi komoditas bernilai besar. Menurutnya, alur tersebut seharusnya mampu memberi kontribusi signifikan terhadap PAD.

“Apalagi kita punya aset yang panjang dan lebar alur Sungai Mahakam, yang katanya setiap hari bolak-balik komoditinya bisa sampai triliunan, harusnya kan apa ini yang bisa Kalimantan Timur dapatkan dari situ,” tandasnya. (adv/red)

Facebook Comments Box

  Yuk gabung ke Chanel WhatsApp Beranda.co!

spot_img

Baca Juga

Artikel Terkait

google-site-verification=2BD9weAnZwEeg5aPSMuk5688uWcb6MUgj2-ZBLtOHog