spot_img

Ananda Emira Moeis Beber Pelbagai Ancaman Kebangsaan

BERANDA.CO – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, mengingatkan saat ini ada banyak ancaman yang berpotensi merusak kebangsaan. Selain penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan, kehadiran informasi dan teknologi yang cepat juga menjadi masalah serius yang harus disikapi dengan bijaksana.

Menurut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini, sekarang tinggal bagaimana membangun bangsa tetap teguh pada ideologi Pancasila. Sebab dari sekian banyak informasi itu, ada banyak yang berkaitan dengan ideologi lain yang coba ditawarkan kepada bangsa Indonesia. “Akan lebih berbahaya jika anak-anak tidak mengerti bangsanya, tidak mengerti ideologi bangsanya, dan lebih mengetahui ideologi bangsa lain,” urainya.

Bagi Ananda Emira Moeis, hal ini sangat berbahaya dan harus ditangkal sedini mungkin. Karena semenjak Reformasi 1998 hingga sekarang, terlebih dengan tidak adanya Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau P4, sekitar 97 juta anak Indonesia kurang mendapatkan literasi tentang Pancasila dan kebangsaan.

BACA JUGA  Penderita HIV Aids Meningkat, Ini Kata Ananda Emira Moeis

“Kami bersyukur pemerintah sekarang sudah menyadari hal itu dan sejak 5-10 tahun terakhir kami sudah mulai melakukan wawasan kebangsaan lagi,” ujarnya. “Kami gugah kembali mereka yang lupa, kami gugah kembali agar mereka sadar bahwa kita ini berbangsa satu, bertanah air satu, berbahasa satu dengan dasar negara Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia, Red.), UUD (Undang-Undang Dasar, Red.) 1945,” tambah Ananda Emira Moeis. (adv)

Facebook Comments Box
spot_img

Baca Juga

Artikel Terkait

google-site-verification=2BD9weAnZwEeg5aPSMuk5688uWcb6MUgj2-ZBLtOHog