Home BPBD KALTIM Pohon Cemara Tumbang di Jalan Rajawali Rusakkan Warung dan Mess, BPBD Gerjep...

Pohon Cemara Tumbang di Jalan Rajawali Rusakkan Warung dan Mess, BPBD Gerjep Evakuasi

0
Pohon Cemara Tumbang di Jalan Rajawali Rusakkan Warung dan Mess, BPBD Bantu Evakuasi. (istimewa)

BERANDA.CO, Samarinda – Kecelakaan yang terjadi akibat tumbangnya pohon cemara di Jalan Rajawali Dalam 2, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, pada Senin (30/10/2023) pukul 13.20 WITA, menyebabkan kerusakan pada satu warung dan mess tempat karyawan berada. Pohon tersebut memiliki tinggi sekitar 25 meter dan tumbang dengan mendadak.

Seorang saksi, Elis (29), menceritakan saat kejadian, ia sedang bersantai dan berbincang dengan ibu-ibu lainnya di warung milik Tante Ratna. Kejadian tersebut terjadi saat cuaca sedang cerah, tanpa angin atau hujan yang cukup kuat. Mereka mendengar tiga kali suara seperti patah sebelum pohon itu tumbang tanpa peringatan.

Pohon yang tumbang tersebut patah di dekat akar dan tersangkut pada pagar beton. Hal ini menyebabkan bagian pohon terangkat dan menghantam atap warung di sekitarnya. Atap warung rusak, dan kayu pohon yang patah juga merusak atap dan pintu mess perusahaan yang berdekatan. Beruntung, meskipun ada penghuni di dalam mess saat kejadian, tidak ada luka yang dilaporkan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur, Agus Tianur, melalui Kepala BPBD Kota, Suwarso, menjelaskan bahwa pohon yang tumbang merupakan pohon yang sudah tua. Selain merusak bangunan, pohon tersebut juga menimpa jaringan listrik dan jaringan seluler. “Selain menimpa rumah juga menimpa jaringan listrik dan jaringan seluler lainnya,” terang Suwarso.

Untuk mengamankan warga dan petugas yang menangani pohon tumbang, BPBD Kota Samarinda berkoordinasi dengan PLN untuk mematikan aliran listrik terlebih dahulu sebelum melakukan penanganan. Petugas menghadapi kendala dalam pemangkasan dan evakuasi pohon karena batang pohon tertahan di atas dinding beton dan ranting pohon berada di atas atap, membuatnya sulit untuk dievakuasi. Namun, petugas berhasil mengatasi kendala tersebut dengan cermat memotong pohon tersebut.

“Kami kuatir saat memotong dahannya, terus pohonnya terjatuh menimpa kami, namun anggota lakukan pemotongan dengan segala perhitungan akhirnya berhasil dievakuasi,” terangnya.

Proses penanganan pohon tumbang saat ini masih berjalan dan BPBD Kota Samarinda belum melibatkan BPBD Provinsi Kaltim karena insiden ini dianggap sebagai skala kecil. Dalam kasus skala besar atau jumlah titik pohon tumbang yang cukup banyak, BPBD biasanya berkoordinasi dengan BPBD Provinsi untuk pembagian tugas. (adv)

Facebook Comments Box
Exit mobile version