BERANDA.CO, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menerima aspirasi rakyat Benua Etam yang disampaikan oleh Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan (LPADK) bersama tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan masyarakat, di Kantor Gubernur Kaltim, beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan itu, Ketua LPADK Vendy Meru secara simbolis menyerahkan tanah, batu bara, dan air dalam bejana kaca sebagai representasi sumber daya alam Kalimantan Timur kepada Gubernur Rudy Mas’ud atau yang akrab disapa Harum. Penyerahan itu disertai tiga tuntutan rakyat Kaltim yang ditandatangani oleh perwakilan tokoh adat, masyarakat, dan pemuda.
“Kami menerima aspirasi dan tuntutan dari masyarakat Kaltim, akan kami sampaikan ke pemerintah pusat. Karena sebagai kepala daerah, kami adalah wakil pemerintah pusat dan perpanjangan tangan pusat di daerah, tapi kami juga dipilih oleh rakyat. Insyaallah kami sampaikan aspirasi ini ke Presiden, Menkeu dan Menteri ESDM,” kata Rudy Mas’ud.
Ia pun menegaskan bahwa tuntutan yang disampaikan merupakan murni suara masyarakat Kaltim yang merasa dirugikan akibat pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD), terutama Dana Bagi Hasil (DBH). Menurutnya, kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap berbagai program pembangunan dan stabilitas ekonomi daerah.
“Jadi DBH Minerba yang seharusnya Rp6 triliun tapi akibat adanya pemangkasan Kaltim hanya mendapatkan sekitar Rp1,4 triliun. Sebenarnya kalau unsur dana TKD lainnya yang dipotong seperti dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK), dana desa (DD) dan lainnya mungkin kami tidak terlalu keberatan. Tapi untuk DBH Minerba ini kami minta ditinjau ulang,” terangnya.
Kebijakan pemangkasan DBH tersebut, lanjutnya, menimbulkan reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat karena dianggap tidak adil bagi daerah penghasil sumber daya alam. Ia menilai sudah selayaknya Kaltim memperoleh porsi yang proporsional atas kekayaan alam yang dieksploitasi dari wilayahnya. (red)


