spot_img

Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi untuk Perjalanan Aman

BERANDA.CO – Edukasi keselamatan berkendara menjadi bagian penting dalam perjalanan ribuan mahasiswa Indonesia untuk mengejar mimpi dan menjalani aktivitas sehari-hari. Sebanyak 4.603 mahasiswa dari 29 perguruan tinggi sepanjang September 2026 telah mengikuti program edukasi yang dikemas dengan pendekatan khas anak muda, menghadirkan ruang diskusi santai mengenai pengalaman berkendara, mobilitas, serta pentingnya menjaga keselamatan di jalan.

Bagi banyak mahasiswa, sepeda motor bukan sekadar alat transportasi. Kendaraan roda dua menjadi teman perjalanan menuju kampus, tempat bertemu teman, hingga sarana mendukung berbagai aktivitas produktif. Namun, di balik rutinitas tersebut terdapat tanggung jawab besar untuk memahami risiko dan membangun kebiasaan berkendara yang aman.

Melalui konsep bertajuk “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi,” kegiatan edukasi keselamatan berkendara menghadirkan suasana yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda. Tidak hanya berupa penyampaian materi, mahasiswa diajak berbincang mengenai keseharian mereka, berbagi cerita perjalanan, serta memahami bahwa setiap tujuan membutuhkan perjalanan yang aman.

Pendekatan yang lebih santai tersebut menjadi cara untuk menyampaikan pesan #Cari_Aman agar lebih mudah diterima oleh kalangan mahasiswa. Pesan keselamatan tidak hanya berbicara mengenai aturan lalu lintas, tetapi juga tentang bagaimana setiap pengendara mampu mengambil keputusan yang tepat saat berada di jalan.

BACA JUGA  Sulasih Ajak Bangkitkan Semangat Nasionalisme di Harkitnas 2025

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mempelajari berbagai kondisi yang sering mereka temui, mulai dari perjalanan menuju kampus hingga aktivitas bersama teman. Bersama instruktur safety riding Honda dan perwakilan Kepolisian Republik Indonesia, peserta mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan perlengkapan berkendara, membaca situasi lalu lintas, mengenali potensi bahaya, hingga membangun perilaku berkendara yang tertib.

Selain sesi diskusi, kegiatan juga dilengkapi dengan berbagai aktivitas interaktif dan kuis yang membuat peserta dapat memahami materi keselamatan berkendara dengan cara yang lebih menyenangkan.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM Andy Wijaya menyampaikan bahwa pendekatan yang sesuai dengan gaya hidup anak muda menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan berkendara.

“Bagi anak muda, aktivitas nongkrong menjadi salah satu ruang untuk bertemu dan berbagi cerita. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjadikan ruang tersebut sebagai kesempatan untuk berbagi pengetahuan mengenai keselamatan berkendara secara lebih dekat dan menyenangkan, sekaligus mendukung mobilitas produktif mereka. Kami berharap setiap perjalanan mahasiswa dalam mengejar mimpinya dapat selalu ditemani dengan semangat berkendara yang aman,” ujar Andy.

BACA JUGA  Diklat Membatik, Upaya Pelestarian Warisan Budaya bersama Disdikbud Kaltim dan TBM Iqro

Upaya edukasi keselamatan berkendara telah menjangkau 731.311 orang sejak awal tahun hingga saat ini melalui 2.270 kegiatan. Program tersebut dilakukan melalui berbagai kolaborasi, mulai dari lingkungan pendidikan hingga edukasi bagi para pekerja di berbagai daerah.

Perjalanan membangun budaya berkendara aman membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Melalui kolaborasi bersama jaringan sepeda motor Honda dan berbagai pemangku kepentingan, edukasi keselamatan terus diperluas agar masyarakat dari berbagai kelompok usia semakin memahami pentingnya berkendara secara aman, nyaman, dan bertanggung jawab.

Bagi generasi muda, perjalanan menuju masa depan tidak hanya ditentukan oleh seberapa jauh tujuan yang ingin dicapai, tetapi juga bagaimana mereka menjaga keselamatan selama proses menuju ke sana.

(red)

Facebook Comments Box

  Yuk gabung ke Chanel WhatsApp Beranda.co!

spot_img

Baca Juga

Artikel Terkait

google-site-verification=2BD9weAnZwEeg5aPSMuk5688uWcb6MUgj2-ZBLtOHog