spot_img

Perbedaan Data Luas Lahan Gambut di Kalimantan Timur Membuka Wawasan Karhutla

BERANDA.CO, Samarinda – Kalimantan Timur, yang terkenal dengan keberagaman alamnya, saat ini menjadi sorotan terkait perbedaan data luas lahan gambut di wilayah tersebut. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Timur (BPBD Kaltim), data yang mereka miliki mencatat luas lahan gambut sekitar 800 hektare hingga tanggal 13 September lalu. Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat bahwa luas lahan gambut di Benua Etam mencapai 900 hektare.

“Mungkin ada titik tertentu yang tidak tepat,” katanya kepada media ini.

Perbedaan data yang signifikan ini menjadi perhatian, terutama karena lahan gambut seringkali menjadi tempat terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Agus Tianur, Kepala BPBD Kaltim, merespons perbedaan ini dengan menganggapnya sebagai hal yang wajar, mengingat luas wilayah Kalimantan Timur yang cukup besar. Dia menjelaskan bahwa dalam perencanaan dan pemetaan, mungkin terdapat titik-titik tertentu yang tidak tepat dalam mengukur luas lahan gambut.

BACA JUGA  Berakhirnya Status Siaga Darurat Karhutla di Paser, Tertangani Tapi Masih Perlu Waspada

Menurut catatan BPBD Kaltim, antara tahun 2021 hingga September tahun ini, terjadi sebanyak 387 kejadian karhutla di Kalimantan Timur. Agus Tianur menjelaskan bahwa meskipun pemetaan telah dimulai, BPBD Kaltim menganggap bahwa lahan gambut di wilayah mereka memiliki perbedaan signifikan. Di wilayah ini, kebakaran di lahan gambut masih tergolong jarang terjadi, karena banyak lahan yang masih memiliki ketersediaan air yang cukup.

“Di sini masih jarang terjadi kebakaran di lahan gambut. Karena lahan-lahan di wilayah kita ini masih banyak airnya,” ujarnya.

Hingga saat ini BPBD Kaltim secara aktif melakukan pemantauan, bukan hanya terbatas pada lahan gambut, tetapi juga mencakup berbagai area hutan di Benua Etam. Agus Tianur bahkan menyebut bahwa sebagian besar kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur terjadi di area lahan pertanian milik masyarakat. Terkadang, karhutla terjadi karena pembukaan lahan yang disengaja atau karena masyarakat membuang puntung rokok di area hutan yang mudah terbakar. Sebaliknya, hutan industri cenderung jarang terkena karhutla karena perusahaan sangat berkomitmen menjaga pohon-pohon yang mereka gunakan untuk produksi.

BACA JUGA  BPBD Kaltim Lakukan Perawatan Kendaraan Operasional untuk Antisipasi Musim Penghujan

“Justru kalau hutan industri jarang terbakar. Karena perusahaan sangat ketat menjaga pohon-pohon yang akan mereka pakai untuk produksi,” pungkas Agus Tianur.(adv)

Facebook Comments Box

  Yuk gabung ke Chanel WhatsApp Beranda.co!

spot_img

Baca Juga

Artikel Terkait

google-site-verification=2BD9weAnZwEeg5aPSMuk5688uWcb6MUgj2-ZBLtOHog