BERANDA.CO, Samarinda – Sebanyak 350 siswa dan siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Samarinda melakukan kunjungan ke kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur sebagai bagian dari program peningkatan mutu pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tentang Suara Demokrasi.
Dalam kunjungan ini, para pelajar mendapatkan pengetahuan terkait Motivasi Kepemimpinan, Kiat, serta Tantangan Menjadi Pemimpin.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Puji Setyowati, dan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fitri Maisyaroh, secara langsung menyampaikan materi kepada siswa dan siswi MTs Negeri Samarinda. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua sesi terpisah di Ruang Rapat sisi kiri dan sisi kanan Gedung E Lantai Dasar Kantor DPRD Kaltim.
Puji Setyowati menyatakan bahwa kunjungan ini adalah langkah strategis MTs Negeri Samarinda dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang unggul dan memiliki karakter baik. Ia mengapresiasi upaya tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk menumbuhkan karakter kepemimpinan di P5.
“Saya pikir ini adalah langkah strategis yang dilakukan oleh MTs Negeri Samarinda dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang sehat, pintar,cerdas dan juga unggul, mempunyai daya saing dan yang paling penting mereka mempunyai karakter yang baik,” tutur Puji Setyowati
Ia juga menyoroti pentingnya persiapan generasi Z, yang merupakan calon-calon pemimpin di masa depan. Ia berharap agar siswa-siswi yang berusia 13 atau 14 tahun ini tidak hanya dipersiapkan secara ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam kepekaan sosial menghadapi perubahan era digitalisasi.
“Harapan kita kurang lebih 26 tahun lagi mereka yang merupakan generasi z berumur 13 atau 14 tahun ini adalah calon-calon pemimpin kedepan. Sejak dini sudah dipersiapkan tidak hanya secara ilmu pengetahuan. Tetapi juga bagaimana kepekaan sosial di dalam menghadapi perubahan-perubahan di era digitalisasi dan juga bagaimana menumbuhkan karakter bagi anak-anak didik,” pungkasnya.
Kepala MTs Negeri Samarinda, Misbakhus Sururi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program P5 yang bertujuan memberikan pembelajaran langsung di luar lingkungan sekolah. Dengan demikian, siswa dapat mengalami dan mempelajari penyelesaian permasalahan di lingkungan sekitarnya. (adv/dprd kaltim)


