BERANDA.CO, Samarinda – Pemerataan pendidikan Kaltim kini memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memperluas upaya peningkatan kompetensi guru hingga wilayah terpencil sebagai langkah strategis memperkuat kualitas sumber daya manusia di masa depan. Dari pembangunan kelas bilingual hingga dukungan hukum bagi pendidik, berbagai terobosan dirancang untuk memastikan kualitas pendidikan tumbuh merata dari kota hingga pedalaman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menegaskan bahwa pemerataan kualitas pendidikan merupakan kebutuhan mendesak bagi daerah dengan karakter geografis luas seperti Kaltim.
“Pemerataan pendidikan dari wilayah perkotaan hingga pedesaan mutlak dilakukan agar tidak ada ketimpangan kualitas sumber daya manusia di masa depan,” katanya di Samarinda, Rabu (26/11).
Menurut Armin, peningkatan kemampuan tenaga pendidik, terutama dalam penguasaan bahasa Inggris, kini menjadi salah satu fokus utama Pemprov Kaltim. Hal ini sejalan dengan rencana pelaksanaan program sekolah dan kelas bilingual yang ditujukan untuk meningkatkan daya saing global peserta didik.
Selain kompetensi akademik, Kaltim masih menghadapi tantangan distribusi guru, terutama tenaga pengajar agama non-Islam yang masih terbatas. Disdikbud sedang mengkaji penambahan kuota pengajar untuk memenuhi kebutuhan layanan pendidikan yang merata di seluruh kabupaten/kota.
Armin menegaskan bahwa seluruh langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menyeimbangkan kualitas pendidikan formal, di mana penguatan kompetensi guru menjadi landasan utama yang terus diperjuangkan. (red)


