BERANDA.CO, Samarinda — Ketua Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Kalimantan Timur, Wahyudi, memaparkan strategi untuk mewujudkan 100.000 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kalimantan Timur.
Langkah ini menjadi prioritas utama kepengurusannya pasca-terpilih dalam musyawarah daerah REI Kaltim yang digelar di Hotel Harris Samarinda.
Menurut Wahyudi, tahapan awal dari strategi besar tersebut dimulai dengan pemetaan lahan secara menyeluruh di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.
“Kita yang pertama, kita pemetaan lahan dulu. Ketika kita petakan, kita tahu di situ berapa potensi yang ada dan bisa dibeli oleh para developer,” ujar Wahyudi saat dijumpai di lantai 5 Hotel Harris Samarinda.
Selain itu, Wahyudi menekankan pentingnya pembenahan regulasi dan perizinan agar target besar ini dapat berjalan lancar.
“Ketika suatu target besar akan dicapai, maka regulasi kerjanya sangat penting. Kita tahu sendiri ada beberapa regulasi yang sulit berjalan di tempat kita. Karena itu, kita perlu dukungan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan pihak penyuplai bahan bangunan,” jelasnya.
Ia menambahkan, target 100.000 rumah sejalan dengan program pemerintah provinsi Kaltim untuk meningkatkan ketersediaan hunian layak bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci, baik antara pemerintah, developer lama, maupun pengembang muda yang akan bermunculan dalam tiga tahun ke depan.
Wahyudi berharap, melalui sinergi dan percepatan penyelesaian regulasi seperti BPHTB dan perizinan lainnya, sektor properti di Kalimantan Timur bisa tumbuh lebih cepat dan mampu menjawab kebutuhan perumahan rakyat.
“Kita optimis. Anak muda harus optimis. Tapi dengan catatan, semua harus bersama-sama. Tidak akan ada hasil tanpa kebersamaan antara developer lama dan yang baru,” tandas Direktur Utama PT Berlian Land ini. (red)


