BERANDA.CO, Samarinda – Inovasi pembelajaran digital terus berkembang di Kalimantan Timur, menjadi pendorong utama transformasi pendidikan yang menekankan kreativitas, teknologi, dan pengalaman belajar yang lebih interaktif. Dari tingkat SMA hingga SMK di wilayah kota dan pedalaman, para guru berlomba menghadirkan pendekatan baru agar siswa lebih aktif, antusias, dan mampu memahami konsep pelajaran secara mendalam.
Di SMA Negeri 1 Samarinda, Guru Kimia Aulia Nauli Efendi menjadi salah satu penggerak perubahan. Ia mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif berbasis Canva Coding yang dipadukan dengan kartu flash card. Metode ini memungkinkan siswa memecahkan misteri kode kimia yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga proses belajar tidak berhenti pada hafalan semata.
“Saya membuat multimedia pembelajaran interaktif menggunakan Canva Coding yang dikombinasikan dengan kartu flash card agar anak-anak tidak hanya menghafal konsep,” ujar Aulia.
Ia menjelaskan, desain pembelajaran berbentuk permainan tersebut membuat suasana kelas lebih hidup. Siswa terdorong untuk berdiskusi, mencoba, serta menemukan jawaban secara kolaboratif. Antusiasme ini, menurut Aulia, jauh lebih tinggi dibandingkan aktivitas mengerjakan soal di lembar kerja.
Sebagai Juara 2 Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) 2025 kategori Transformatif tingkat provinsi, Aulia juga terbantu dengan fasilitas panel interaktif di sekolah yang membuat simulasi pembelajaran semakin realistis. Dari sinilah ia meyakini bahwa teknologi yang sederhana sekalipun bisa memberikan dampak besar jika dikemas dengan kreativitas.
Video sebagai Ruang Belajar Baru di SMK
Semangat serupa hadir dari SMK Negeri 15 Samarinda. Guru Rosninani, yang masuk dalam daftar 50 penyusun bahan ajar digital terbaik tingkat provinsi, menghadirkan inovasi berupa video pembelajaran praktik pelayanan pelanggan (customer service). Menariknya, siswa menjadi pemeran utama dalam video tersebut, sehingga mereka belajar sekaligus berlatih keterampilan komunikasi dan pelayanan.
“Materi video mencakup simulasi cara melayani konsumen dengan baik hingga strategi menangani berbagai keluhan pelanggan,” jelas Rosninani.
Dengan pendekatan visual ini, siswa SMK dapat melihat situasi nyata, memahami alur pelayanan, serta mengidentifikasi respons yang tepat dalam berbagai kondisi. Hal ini jauh lebih efektif daripada sekadar membaca materi dari modul cetak.
Inovasi dari Pedalaman: Belajar Tetap Jalan Meski Dilanda Banjir
Sementara itu, tantangan berbeda dialami guru SMA Negeri 1 Long Bagun, Mahakam Ulu, Nor Kumala Dewi. Sebagai peraih Juara 2 GTK Dedikatif, Dewi fokus mengembangkan bahan ajar digital yang dapat diakses kapan saja, terutama saat daerahnya dilanda banjir — kondisi yang kerap menyebabkan sekolah diliburkan.
“Contohnya saat wilayah tugas saya dilanda banjir yang memaksa sekolah diliburkan, bahan ajar digital yang sudah diunduh bisa dikerjakan di rumah masing-masing,” ujar Dewi.
Dengan solusi ini, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan siswa. Pembelajaran pun menjadi lebih inklusif dan adaptif terhadap kondisi geografis daerah pedalaman. (red)


