BERANDA.CO, Samarinda – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan arah baru transformasi pendidikan nasional dalam pidato Hari Pendidikan Nasional 2026, dengan fokus pada penguatan kualitas dan pemerataan pendidikan.
Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa pendidikan pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia melalui pendekatan yang tulus dan penuh kasih.
“Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional. Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia juga mengingatkan bahwa filosofi pendidikan nasional yang diwariskan Ki Hajar Dewantara tetap relevan, yakni melalui pendekatan asah, asih, dan asuh dalam membentuk karakter peserta didik.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia unggul sebagaimana tertuang dalam visi pemerintahan Prabowo Subianto.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengusung pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah menetapkan lima kebijakan strategis. Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan modern. Hingga 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan, sementara digitalisasi telah diterapkan di ratusan ribu sekolah.
Kedua, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru melalui program beasiswa, pelatihan, serta peningkatan tunjangan. Pemerintah menargetkan ratusan ribu guru mendapatkan dukungan peningkatan kompetensi hingga 2026.
Ketiga, penguatan karakter siswa melalui lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan inklusif, termasuk program pembiasaan positif serta pendidikan berbasis pengalaman.
Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, serta pengembangan bidang STEM dan evaluasi akademik berbasis Tes Kemampuan Akademik.
Kelima, perluasan akses pendidikan melalui berbagai skema fleksibel seperti pembelajaran jarak jauh, sekolah terbuka, hingga layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa dalam 18 bulan terakhir, pemerintah telah membangun fondasi pendidikan nasional melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha.
“Dalam 18 bulan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meletakkan fondasi ‘pendidikan bermutu untuk semua’ melalui berbagai regulasi dan ekosistem yang mengintegrasikan empat pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan kebijakan pendidikan tidak hanya bergantung pada program, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya.
“Akhir kata, berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa tiga M: Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus,” tandasnya. (red)


