BERANDA.CO, Samarinda — Suasana rapat DPRD Kaltim yang membahas tuntutan hak angket mendadak memanas, Senin (4/5/2026) malam. Ketegangan muncul setelah Fraksi Gerindra melalui Akhmed Reza Fachlevi mempersoalkan pesan Syahariah Mas’ud di grup WhatsApp DPRD Kaltim.
Akhmed Reza Fachlevi yang merupakan Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kaltim ini, menyampaikan keberatan secara terbuka dalam forum rapat tersebut. Ia menyoroti pernyataan Syahariah Mas’ud, anggota Fraksi Golkar DPRD Kaltim, yang muncul di grup WhatsApp internal DPRD Kaltim.
Pernyataan yang dipersoalkan Reza berbunyi, “mulutmu yang besar kenapa sembunyi di dalam demo. Apa maumu lah.”
Dengan nada tinggi, Reza menilai ucapan tersebut tidak pantas disampaikan, terlebih dalam ruang komunikasi kedinasan DPRD Kaltim.
“Saya tidak pernah diajarkan berucap seperti ini. Ini etika. Ini marwah dari keluarga saya,” tegasnya, dengan nada bergetar, dikutip dari siaran langsung channel Youtube DPRD Kaltim.
Reza kemudian menegaskan bahwa grup WhatsApp DPRD Kaltim merupakan forum komunikasi kedinasan. Menurutnya, ruang tersebut tidak seharusnya digunakan untuk menyampaikan pernyataan yang bersifat merendahkan secara personal.
“Perlu saya tegaskan ketua (Hasanuddin Mas’ud, pimpinan rapat, Red.) bahwa grup ini merupakan forum komunikasi kedinasan DPRD. Bukan untuk merendahkan yang bersifat personal. Ini melanggar kode etik,” timpal Reza.
Dalam rapat itu, Reza juga menyatakan keberatannya secara pribadi atas pernyataan Syahariah Mas’ud. Ia bahkan menilai tindakan tersebut berkaitan dengan pelanggaran terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE.
“Sekali lagi, saya Akhmed Reza Fachlevi dari Fraksi Partai Gerindra, dengan ini menyatakan keberatan atas yang diberikan tuduhan ataupun pernyataan yang diucapkan Bunda Syahariah Mas’ud,” tutupnya.
Ketegangan tersebut terjadi di tengah rapat DPRD Kaltim yang membahas tuntutan hak angket dari masyarakat. Hingga pernyataan Reza disampaikan, rapat masih berlangsung dengan agenda mendengarkan pandangan fraksi-fraksi terkait aspirasi tersebut. (red)


