BERANDA.CO, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim mengambil langkah maju dengan mendorong Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kaltim untuk menggunakan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi). Peluncuran aplikasi Srikandi pada awal November lalu melibatkan 243 sekolah di wilayah tersebut.
Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan, menyatakan pentingnya beralih ke administrasi berbasis elektronik untuk mengurangi ketergantungan pada administrasi manual. Hingga saat ini, sekitar 50 persen perangkat daerah di lingkup Pemprov Kaltim telah mengadopsi aplikasi Srikandi. Dalam upaya mendukung penggunaan aplikasi ini, Disdikbud Kaltim juga memberikan dua unit tablet kepada setiap sekolah sebagai sarana pendukung.
“Kami berharap semua sekolah akan mengadopsi aplikasi ini paling lambat pada akhir November ini,” kata Kurniawan. Aplikasi Srikandi memberikan kemampuan kepada kepala sekolah untuk langsung melakukan disposisi surat dari berbagai lokasi, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 95/2018 yang mengatur sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Kurniawan menekankan bahwa penggunaan aplikasi Srikandi akan mempercepat proses birokrasi persuratan di sekolah-sekolah. Oleh karena itu, pemberian dua unit tablet kepada setiap sekolah, dengan total 486 unit tablet yang telah didistribusikan, diharapkan dapat mendukung penggunaan aplikasi ini.
Aplikasi Srikandi telah diterapkan sejak awal 2023 di lingkungan Disdikbud Kaltim dan dianggap sangat sesuai dengan kondisi geografis wilayah tersebut. Langkah ini diharapkan akan membawa efisiensi dan kemudahan dalam administrasi sekolah di Kaltim. (adv)


