BERANDA.CO, Samarinda – Dalam menghadapi perkembangan zaman dan era keterbukaan informasi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) memprioritaskan peningkatan kualitas guru sebagai langkah utama dalam pengembangan pendidikan.
Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Kaltim, Armin, menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin menyelenggarakan berbagai pelatihan, pembinaan, dan sertifikasi guru. Ini tidak hanya untuk memperbarui pengetahuan mereka, tetapi juga sebagai sarana untuk memberikan insentif dan tambahan penghasilan kepada pegawai guru.
Dalam hal kesejahteraan guru, Armin menyatakan bahwa guru di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kaltim memiliki gaji yang relatif baik. Bahkan, insentif untuk guru honorer sudah di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim, mencapai Rp 3,2 juta. Sebagai contoh, seorang guru honorer provinsi memiliki gaji minimal Rp 3,4 juta. Selain itu, Disdikbud Kaltim sedang mengusulkan penambahan tunjangan khusus untuk kepala sekolah pada tahun ini, senilai sekitar Rp 2,5 juta.
“Seorang guru honorer provinsi minim gajinya Rp 3,4 juta. Sementara, untuk yang ASN itu berjenjang. Bahkan, kami sedang mengusulkan tahun ini menambah tunjangan khusus untuk kepala sekolah. Nilainya sekitar Rp 2,5 juta,” ujarnya.
Selain peningkatan kualitas guru, Disdikbud Kaltim juga memberikan perhatian kepada peran kepala sekolah dalam menjaga keamanan di lingkungan sekolah. Karena meningkatnya laporan terkait kekerasan di sekolah, kepala sekolah memegang tanggung jawab penting dalam mencegah dan menangani masalah tersebut. Disdikbud Kaltim secara aktif memberikan informasi dan pelatihan kepada kepala sekolah tentang antisipasi kasus kekerasan dan perundungan.
“Alhamdulillah, saya belum menerima laporan kasus yang di bawah kewenangan provinsi. Bismillah semoga tidak terjadi. Namun sebagai bentuk antisipasi, kami setiap saat selalu mengingatkan kepala sekolah melalui WA (WhatsApp). Termasuk menyisipkan materi antisipasi kasus kekerasan dan perundungan setiap ada kegiatan sosialisasi dan pelatihan,” katanya.
Dengan perkembangan zaman dan era keterbukaan informasi saat ini, Disdikbud Kaltim mengakui perlunya sistem yang efektif untuk mencegah dan menangani masalah-masalah yang mungkin terjadi di sekolah. Oleh karena itu, mereka terus berupaya memastikan bahwa sekolah adalah tempat yang aman dan mendukung bagi anak didik.
Sebagai langkah konkret, Disdikbud Kaltim mengadakan pertemuan dengan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB pada bulan Oktober untuk membahas standar pelayanan di sekolah dan peningkatan keamanan, dengan fokus pada tanggung jawab kepala sekolah dalam menjaga keamanan di lingkungan sekolah. (adv)


