spot_img

Dana Fiskal Kaltim Diproyeksi Turun, Firnadi Ikhsan Imbau Jangan Panik

Banner DPRD Kaltim 2025

BERANDA.CO, Samarinda — Proyeksi penurunan dana fiskal Kalimantan Timur dari Rp21 triliun menjadi Rp18 triliun pada tahun 2026 mulai menimbulkan kekhawatiran di berbagai kalangan. Namun, Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, menegaskan bahwa situasi ini tidak perlu disikapi dengan kepanikan, melainkan dengan strategi fiskal yang matang dan adaptif.

“Tentu sebenarnya itu masih sementara ya, belum hasil final. Saya kira setiap tahun kita mengalami perubahan-perubahan,” ujar Firnadi Ikhsan di Samarinda.

Firnadi menekankan bahwa angka proyeksi tersebut masih bersifat dinamis dan bisa berubah, tergantung pada kebijakan nasional serta realisasi transfer dana ke daerah. Ia meminta pemerintah daerah untuk tidak bergantung sepenuhnya pada dana pusat, tetapi mulai menguatkan basis pendapatan dari potensi daerah sendiri.

BACA JUGA  Diduga Mengantuk, Bus PO Pulau Indah Jaya Terjun ke Sungai di Paser

“Kaltim tidak perlu terlalu khawatir terkait penghasilan, karena kita punya sumber dari Migas dan Non Migas yang cukup mumpuni,” katanya optimis.

Ia menjelaskan bahwa peluang pemulihan fiskal tetap terbuka lebar, terutama bila harga komoditas energi stabil, Perusahaan Daerah (Perusda) lebih aktif, dan investasi bisa terealisasi secara optimal. Dengan asumsi tersebut, Firnadi percaya total fiskal Kaltim bisa kembali mendekati angka Rp20 triliun.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan pentingnya efisiensi anggaran dan penyelarasan program lintas sektor sebagai respons terhadap kemungkinan keterbatasan fiskal di tahun mendatang.

“Kita harus siapkan skenario yang matang, baik di sisi pendapatan maupun pengeluaran. Jangan sampai penurunan fiskal justru membuat kita kehilangan arah pembangunan,” tegasnya.

BACA JUGA  Gubernur Kaltim Titip Pesan, “Wartawan PWI Selalu Ada di Hati”

Sebagai lembaga legislatif, DPRD Kaltim berkomitmen mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyusun rencana kerja yang realistis, efisien, dan berdampak langsung pada masyarakat.

Firnadi juga mengajak agar sektor-sektor produktif seperti pertanian, perikanan, pariwisata, dan industri pengolahan diperkuat sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) alternatif yang lebih berkelanjutan.

“Dengan strategi fiskal yang adaptif dan dukungan dari semua pihak, saya yakin Kaltim bisa menghadapi tantangan ekonomi 2026 secara stabil dan tangguh,” pungkasnya. (adv/red)

Facebook Comments Box

  Yuk gabung ke Chanel WhatsApp Beranda.co!

spot_img

Baca Juga

Artikel Terkait

google-site-verification=2BD9weAnZwEeg5aPSMuk5688uWcb6MUgj2-ZBLtOHog