
BERANDA.CO, Samarinda — Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, melontarkan kritikan terhadap lambannya pembangunan infrastruktur dasar di wilayah Sangkulirang Seberang, Kabupaten Kutai Timur. Hingga kini, daerah yang mencakup Mandu Dalam, Mandu Pantai Lestari, Saka, dan Kesandaran masih belum menikmati akses listrik, jalan layak, dan air bersih.
Dijumpai di Gedung Utama B DPRD Kaltim, Rabu (29/5/2025), Agusriansyah menyebut bahwa masyarakat kembali menyuarakan kekecewaannya. Mereka menuntut realisasi atas janji kampanye Gubernur Kaltim dan beberapa anggota DPR RI yang menyebut wilayah ini sebagai prioritas pembangunan.
“Waktu kampanye, daerah ini dijanjikan masuk prioritas untuk perbaikan jalan dan listrik. Tapi sampai sekarang, warga belum merasakan dampaknya,” tegasnya.
Politisi Partai PKS ini mengaku telah mengonfirmasi ke Pemerintah Kabupaten Kutim, dan mendapatkan informasi bahwa Bagian Sumber Daya Alam (SDA) sudah turun ke lapangan bersama PLN dan Perusahaan Milik Kutim (PMK) untuk melakukan survei.
Namun, tindak lanjut kini berada di tangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Survei sudah dilakukan, tinggal bagaimana Pemprov menindaklanjuti ke Kementerian ESDM agar wilayah ini mendapat alokasi anggaran untuk listrik,” ungkapnya.
Tak hanya soal listrik, Agusriansyah juga menyoroti buruknya kondisi jalan dan akses air bersih di wilayah pesisir tersebut. Padahal, lokasi itu tidak termasuk wilayah terisolir.
Ia mengkritik keras minimnya pemerataan pembangunan yang menyebabkan warga di daerah seperti Sangkulirang Seberang hidup tanpa layanan dasar.
“Negara ini sudah merdeka puluhan tahun. Tapi kok masih ada daerah yang belum punya listrik, belum ada jalan layak, belum ada air bersih. Ini pelayanan dasar yang seharusnya jadi hak masyarakat,” tandasnya.


