spot_img

Begini Koperasi Benuanta Agrikultura Persada Kembangkan Pendapatan Petani Jahe di Kukar

BERANDA.CO – Koperasi Benuanta Agrikultura Persada berkomitmen mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Kutai Kartanagera hal ini diungkapkan Ketua Koperasi Mohammad Zulkifli.

“Saat ini kita sedang membina kelompok petani jahe Jaya Nusantara dengan total petani ada 42 orang, lahannya ada di daerah Jonggon, Kukar,” ungkapnya saat ditemui disebuah hotel di kawansan jalan Bhayangkara Samarinda, Selasa (14/09/2021).

Lebih lanjut Mohammad Zulkifli menuturkan bahwa Koperasi Benuanta Agrikultura Persada tidak hanya membantu kelompok tani jahe saja namun kelompok tani lainnya, cuma diakui oleh pria yang biasa disapa Haji Zul ini selain kendala permodalan juga dirinya bersama pengurus lainnya ingin focus apalagi kondisi saat ini harga jahe masih rendah sehingga perlu distandarisasikan agar bisa membantu petani.

BACA JUGA  Wow! Selama 2022 BPJamsostek Samarinda Bayarkan Klaim Rp400 Miliar Lebih

“Dari kami ke petani sudah distandarkan harganya, entah itu dalam kondisi turun maupun naik, namun bila ada kenaikan harga dan untung, petani tetap diberikan bagi hasilnya,” tuturnya.

Koperasi Benuanta Agrikultura Persada
Jahe Kemasan, salah satu produk Koperasi Benuanta Agrikultura Persada. (foto:ist)

Selain menstandarisasikan harga, Haji Zul menjelaskan koperasi yang berdiri sejak 2019 lalu juga telah membantu pengembangan dari sisi hilirnya.

“Iya, kita bantu juga di hilirasasi, mulai dari pengolahan menjadi barang siap pakai seperti bubuk jahe sekaligus kita bantu untuk pemasarannya,” katanya.

Haji Zul optimis kelompok tani jahe Jaya Nusantara yang dibinanya akan berkembang, bukan tanpa alasan saat ini luas lahan yang sudah digarap sekitar 30 hektar dari total 120 hektar.

“Alhamdulillah, kita sudah panen pertama sebanyak kurang lebih 100 ton dan sudah terjual,” ujarnya dengan semangat.

BACA JUGA  Rayakan HUT ke-52 Tahun, Astra Motor Satukan Semangat untuk Tumbuh Bersama Konsumen

Kedepan dirinya bersama pengurus lain akan membuat rumah produksi atau pengolahan sehingga dapat mengoptimalkan hasil dari para petani.

“Rencananya akhir tahun ini sudah ada (rumah produksi), tapi kalo dilihat waktu kemungkinan tahun depan sudah bisa realisasi, doakan saja, Insya Allah,” pungkasnya. (erm/red)

Facebook Comments Box
spot_img

Baca Juga

Artikel Terkait

google-site-verification=2BD9weAnZwEeg5aPSMuk5688uWcb6MUgj2-ZBLtOHog