BERANDA.CO, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur (Disdikbud Kaltim) terus berinovasi dengan menerapkan sistem administrasi tanpa kertas atau paperless. Langkah ini diambil sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah berbasis elektronik serta sebagai upaya untuk menghemat anggaran.
Muhammad Kurniawan, Kepala Disdikbud Kaltim, menyatakan bahwa sistem paperless mempermudah tanda tangan dan disposisi terhadap surat-menyurat yang masuk. Ia dapat menandatangani puluhan surat setiap hari melalui aplikasi di ponsel pintarnya, memastikan efisiensi dan kecepatan pengurusan administrasi.
“Dalam sehari bisa ada 150 surat masuk dari instansi lain yang saya tangani. Semua surat kami scan dan saya distribusikan sesuai dengan bidangnya,” ungkap Kurniawan.
Keuntungan dari sistem paperless juga terletak pada fleksibilitasnya yang memungkinkan penggunaannya di mana saja dan kapan saja. Proses pengurusan administrasi menjadi lebih cepat dan lebih efisien.
“Dimanapun kita berada bisa kita lakukan. Sepulang perjalanan dinas, bekas surat yang perlu ditandatangani bisa langsung saya disposisikan. Ini memudahkan kita dalam menjalankan tugas,” tambahnya.
Selain memberikan kecepatan, penerapan paperless juga dapat menghemat anggaran yang biasanya digunakan untuk pembelian kertas, tinta, dan alat tulis. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang mendorong penerapan sistem pemerintah berbasis elektronik.
Muhammad Kurniawan mengapresiasi kerjasama dengan pihak-pihak terlibat dalam pengembangan dan pengoperasian sistem paperless ini. Ia berharap bahwa inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi instansi lain di Kalimantan Timur untuk mengadopsi langkah serupa, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mencapai efisiensi anggaran. (adv)


