spot_img

Cuaca Ekstrem yang Picu Karhutla, BPBD Kaltim Tetap Siaga

BERANDA.CO, Samarinda – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) masih menghadapi dampak dari fenomena El-Nino, yang berdampak pada cuaca ekstrem di daerah tersebut. Suhu panas yang berkepanjangan dan curah hujan yang rendah menyebabkan Kaltim mengalami cuaca ekstrem. Dampak terbesar yang muncul adalah meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah Kaltim, termasuk Kabupaten Paser dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kepala BPBD Kaltim, Agus Tianur, menjelaskan bahwa dalam rangka meningkatkan penanganan karhutla di tengah cuaca ekstrem yang melanda Kaltim. Selama ini, BPBD Kaltim telah berusaha mengendalikan kejadian karhutla, namun dengan cuaca ekstrem, mereka belum mampu mencapai target “zero case” atau 0 kasus karhutla.

Dalam evaluasinya, BPBD Kaltim fokus pada dua daerah, yaitu Kabupaten Paser dan Kabupaten Kukar. Meskipun Kabupaten Paser memiliki jumlah kejadian karhutla yang lebih banyak, Kabupaten Kukar memiliki luas lahan terbakar yang lebih besar. Agus Tianur menjelaskan bahwa seringkali kejadian karhutla tidak selalu berkorelasi dengan luas lahan yang terbakar. Ada daerah yang memiliki kejadian lebih sedikit, namun luas lahan yang terbakar lebih besar.

BACA JUGA  Peringatan HUT KORPRI Ke-52, Kepala BPBD Prov. Kaltim Bergabung dalam Jalan Sehat Bersama ASN Bersatu

“Sebenarnya seringnya terjadi kejadian tidak berkolerasi dengan luas lahan yang terbakar. Ada kejadian lebih sedikit, tapi luas lahannya lebih besar,” ungkap Agus.

Pemantauan BPBD Kaltim menunjukkan bahwa penanganan karhutla di Kabupaten Paser terbantu oleh akses jalan yang baik, armada pemadam yang mudah diakses, dan jarak antar titik kebakaran yang lebih dekat. Sebaliknya, di Kabupaten Kukar, wilayah yang lebih luas dan sulit dijangkau menyebabkan upaya pemadaman memakan waktu yang lebih lama. “Ini wilayahnya terpencilnya masih sulit untuk dijangkau. Petugas di tingkat kecamatan susah karena wilayahnya terlalu luas,” terang Agus.

Agus Tianur mengungkapkan bahwa perbedaan tersebut akan dievaluasi lebih lanjut untuk menentukan faktor-faktor penyebabnya. Tujuannya adalah untuk memahami titik lemah dalam penanganan karhutla dan meningkatkan upaya penanggulangan bencana di masa depan.

BACA JUGA  BPBD Kota Balikpapan Survei Kawasan Rawan Kebakaran: Fokus pada Instalasi Listrik Tidak Standar

“Nanti kita akan evaluasi kenapa menjadi. Mana titik lemah kita, mana yang harus kita perkuat,” tandasnya.

Fenomena El-Nino yang berdampak pada cuaca ekstrem dan karhutla di Kaltim menjadi perhatian serius bagi BPBD Kaltim, yang berupaya terus memperbaiki strategi dan koordinasi untuk melindungi wilayah tersebut dari dampak bencana ini. (adv)

Facebook Comments Box

  Yuk gabung ke Chanel WhatsApp Beranda.co!

spot_img

Baca Juga

Artikel Terkait

google-site-verification=2BD9weAnZwEeg5aPSMuk5688uWcb6MUgj2-ZBLtOHog