BERANDA.CO, Samarinda — Pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) senilai Rp 8,5 miliar kembali memicu sorotan publik. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegur Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud terkait rencana pembelian kendaraan yang dianggap berlebihan, dengan menekankan asas kelayakan dan kesesuaian kebutuhan.
“Sebaiknya tidak berlebihan, sesuai saja dengan kebutuhan yang ada,” ujar Bima Arya dilansir Kompas.com, Kamis (26/2/2026). Ia menambahkan bahwa semua belanja barang dan jasa kepala daerah memang memiliki aturan yang jelas, namun aspek kelayakan juga perlu diperhatikan.
“Apakah pembelanjaan mobil dinas sudah sesuai dengan kebutuhan, apakah sudah layak dalam masa efisiensi seperti ini,” tuturnya. Menurut Bima Arya, dirinya sudah berkomunikasi langsung dengan Rudy Mas’ud, yang selama ini menggunakan mobil pribadi untuk operasional di Kaltim.
“Kemarin sudah komunikasi dengan Pak Gubernur, beliau memang menjelaskan bahwa selama ini beliau menggunakan mobil pribadi untuk kegiatan dinas di Kaltim,” ujar Bima Arya.
“Ya memang kalau ada kebutuhan belanja mobil dinas, baiknya sewajarnya saja,” imbuhnya
Di tengah polemik, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menanggapi santai. Ia menegaskan hingga kini dirinya belum menggunakan kendaraan dinas Pemprov Kaltim, dan mobil yang dipakai masih kendaraan pribadi.
“Sampai hari ini Pemprov Kaltim belum menyediakan kami mobil untuk di Kalimantan Timur. Jadi tidak ada mobilnya, mobil yang ada hari ini adalah mobil pribadi kami pergunakan,” kata Rudy saat ditemui Selasa (24/2/2026). Ia pun menambahkan dengan nada ringan, “Kita sedang berpuasa, tolong tidak terlalu banyak gibah. Nanti dosanya berlipat ganda,” terang Rudy.
Rudy menjelaskan bahwa kendaraan dinas yang dimaksud memang tersedia, tetapi saat ini ditempatkan di Jakarta untuk kegiatan nasional maupun internasional. Posisi Kaltim sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat intensitas kunjungan pejabat, investor, dan tamu mancanegara meningkat.
Dalam konteks ini, fasilitas kendaraan yang representatif dianggap penting untuk menjaga citra daerah. “Kalimantan Timur adalah Ibu Kota Nusantara, miniatur Indonesia. Tamu dari Kaltim bukan hanya kepala daerah se-Indonesia, tetapi juga dari global,” ujar Rudy.
Ia menegaskan bahwa kepala daerah tidak sepatutnya menggunakan kendaraan seadanya saat menjalankan tugas representatif. “Masa iya kepala daerahnya pakai mobil alakadarnya, jangan dong. Jaga marwahnya Kaltim, marwahnya masyarakat Kalimantan Timur,” tandasnya. (red)


