BERANDA.CO, Jakarta – Keputusan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo untuk mundur dari jabatannya sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) memantik reaksi beragam, salah satunya dari Forum Milenial Nusantara (FMN).
Bagi FMN, langkah yang diambil politisi muda Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini meninggalkan rasa kehilangan yang dalam. Founder Forum Milenial Nusantara, Husein, menyebut keputusan tersebut cukup mengejutkan sekaligus disayangkan.
“Kami sangat menyayangkan keputusan Mbak Rahayu untuk mundur,” ujar Husein.
Bagi Husein, Rahayu Saraswati bukanlah hanya sekadar politisi, tetapi juga panutan bagi generasi muda, khususnya perempuan.
“Sebagai salah satu sosok perempuan muda yang memiliki rekam jejak kuat dan konsisten dalam memperjuangkan isu-isu strategis, beliau adalah panutan bagi banyak milenial dan perempuan di Indonesia. Keterwakilannya di parlemen sangat penting untuk memastikan suara kami didengar dan diperjuangkan dengan baik,” ucapnya.
Menurut Husein, selama kiprahnya di parlemen, Rahayu Saraswati dinilai mampu menghadirkan harapan baru bagi milenial dan masyarakat sipil. Latar belakang serta komitmennya menjadikannya figur yang dapat menjembatani aspirasi rakyat dengan kebijakan pemerintah. Karena itu, pengunduran dirinya dianggap meninggalkan kekosongan representasi yang cukup signifikan.
“Kami berharap keputusan ini dapat dipertimbangkan kembali oleh Fraksi Partai Grindra DPR RI. Namun, jika memang ini adalah pilihan terbaik beliau, kami tetap menghargai dan mendoakan yang terbaik untuk perjalanan selanjutnya,” tambah Founder FMN.
Meski demikian, FMN tetap optimis bahwa ruang publik tidak akan sepi dari suara anak muda. Mereka berharap akan muncul lebih banyak figur muda dan perempuan tangguh yang berani terjun ke politik demi masa depan bangsa.
“Kami juga berharap akan ada lebih banyak lagi sosok-sosok muda dan perempuan tangguh yang berani melangkah maju untuk mengisi ruang-ruang publik, termasuk di DPR, demi masa depan bangsa yang lebih baik,” pungkas Husein. (*)


