
BERANDA.CO, Samarinda – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fahlevi, menilai perencanaan Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan strategis pembangunan transportasi. Ia menekankan pentingnya kejelasan data, khususnya mengenai Penerangan Jalan Umum (PJU), agar anggaran yang dialokasikan dapat digunakan secara efektif.
“Yang disampaikan dalam paparan kepada Komisi III hanya terkait pembangunan atau rehab terminal dan pelabuhan. Itu saja yang dilaporkan,” ujar Reza dijumpai pada Senin (24/11/2025) di Samarinda.
Ia menyebut pemaparan saat rapat kerja bersama di Balikpapan, Selasa (18/11/2025) lalu belum menyentuh kebutuhan PJU yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, terutama di ruas jalan provinsi yang minim penerangan. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan potensi kecelakaan, khususnya di jalur yang dilalui angkutan berat.
“Untuk PJU masih berproses. Kita menunggu data berapa jumlah PJU yang terpasang di ruas provinsi pada 2025, lalu berapa yang akan dipasang tahun depan. Saat ini, banyak ruas jalan provinsi yang kekurangan PJU. Ini harus menjadi catatan penting bagi kita semua,” tegasnya.
Reza juga mengingatkan agar Dishub melakukan pendataan lebih cermat. Ia menilai beberapa program PJU sebelumnya tidak memberikan hasil maksimal karena perhitungan kebutuhan tidak dilakukan secara menyeluruh.
“Jangan sampai anggaran ini mubazir. Kita harus memastikan kualitas dan kuantitas PJU sesuai kebutuhan dan manfaatnya bagi masyarakat,” ucap politisi Gerindra tersebut.
Selain itu, ia mendorong Dishub memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menghindari perbedaan data dan tumpang tindih program. Menurutnya, sinkronisasi data merupakan elemen penting untuk membangun perencanaan yang presisi.
Komisi III DPRD Kaltim menegaskan komitmen untuk memperkuat pengawasan terhadap program infrastruktur yang berkaitan dengan keselamatan publik. Reza menyebut penerangan jalan yang memadai merupakan hak masyarakat dan harus menjadi prioritas pemerintah.
“Ini harus benar-benar diperhatikan. Jalan provinsi masih banyak yang gelap, dan kita ingin pembangunan PJU benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tandas legislator asal daerah pemilihan Kutai Kartanegara ini. (adv/red)


