BERANDA.CO, Samarinda – Di tengah persaingan dunia kerja yang makin ketat, Astra Motor Kalimantan Timur 2 memilih tak sekadar menonton perubahan—melainkan bergerak cepat menyiapkan generasi muda SMK agar benar-benar siap terjun ke industri otomotif dengan keterampilan yang teruji.
Bukan sekadar program formal, Astra Motor Kalimantan Timur 2 menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Komitmen ini diwujudkan melalui sinergi erat bersama SMK mitra binaan, khususnya dalam penguatan kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) berbasis kebutuhan industri.
Salah satu bentuk konkret dari upaya ini adalah pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Bagi siswa SMK, UKK bukan hanya ujian biasa—melainkan gerbang penentu sebelum mereka benar-benar dinyatakan siap lulus dan masuk dunia kerja.
Di ruang-ruang praktik yang dipenuhi suara mesin dan aroma oli, para siswa diuji bukan hanya soal teori, tetapi keterampilan nyata. Mereka harus membuktikan bahwa kemampuan yang dimiliki sudah sesuai dengan standar industri otomotif yang sesungguhnya.
Menariknya, proses penilaian tidak dilakukan sembarangan. Selain diawasi tenaga pengajar berkompeten, UKK ini juga melibatkan Technical Instructor Astra Motor Kalimantan Timur 2, Fahrudin Nor. Kehadirannya memastikan setiap keterampilan siswa diuji dengan standar profesional yang berlaku di dunia industri.
Di sinilah konsep link and match antara pendidikan dan dunia kerja benar-benar terasa. Astra Motor Kaltim 2 bersama SMK mitra binaan yang telah berstatus Tempat Uji Kompetensi (TUK) membangun ekosistem pembelajaran yang tidak lagi berjarak dengan kebutuhan industri.
Bagi Astra Motor, ini bukan sekadar program tanggung jawab sosial, melainkan investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
Technical Service Manager Astra Motor Kalimantan Timur 2, Ignatius Nindyatama, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjembatani dunia pendidikan dan industri.
“Pelaksanaan UKK ini menjadi wujud nyata kami, Astra Motor Kalimantan Timur 2 bersama SMK Mitra Binaan untuk terus bersinergi dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di Industri dan Dunia Kerja,” ungkap Nindya.
Lebih dari sekadar ujian, UKK menjadi simbol kesiapan. Bahwa lulusan SMK hari ini tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga kompetensi yang teruji.
Dan dari bengkel-bengkel sekolah itulah, perlahan lahir generasi baru—para teknisi muda yang tidak hanya paham mesin, tapi juga siap menghadapi kerasnya dunia industri otomotif Indonesia. (red)
