Home BERITA KALTIM Percasi Kaltim Beberkan Kriteria Ketua KONI, Tegas Tolak Intervensi

Percasi Kaltim Beberkan Kriteria Ketua KONI, Tegas Tolak Intervensi

0
Jelang pemilihan Ketua KONI Kaltim, Ketua Percasi Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi tekankan pentingnya pemimpin profesional, bebas politik, dan fokus pembinaan prestasi atlet. (FOTO: Abe)

BERANDA.CO, Samarinda – Menjelang pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) tahun ini, perhatian publik olahraga mulai mengerucut pada satu hal penting, yakni siapa sosok yang mampu mengangkat kembali prestasi olahraga Benua Etam pasca PON 2024.

Pemilihan Ketua KONI Kaltim sendiri rencananya dijadwalkan berlangsung akhir April 2026 mendatang. Di balik dinamika yang berkembang, muncul satu kebutuhan yang dianggap mendesak: hadirnya sosok pemimpin yang benar-benar memahami denyut nadi olahraga.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menilai posisi Ketua KONI bukan sekadar jabatan administratif. Lebih dari itu, ia adalah figur sentral yang harus mampu menjadi pengayom seluruh cabang olahraga.

Baginya, kepemimpinan di tubuh KONI tidak bisa diisi oleh sosok yang hanya hadir secara simbolik. Dibutuhkan pemahaman menyeluruh tentang pembinaan prestasi hingga tata kelola organisasi yang sehat.

“Ketua KONI itu harus mencintai olahraga, memahami bagaimana pembinaan prestasi berjalan, serta memiliki kemampuan manajerial yang baik. Kalau tidak, tentu akan berdampak pada perkembangan olahraga di daerah,” ujar Reza melalui aplikasi pesan.

Pernyataan itu merupakan pesan bahwa tantangan ke depan bukanlah perkara ringan, terutama, Kaltim baru saja menghadapi realita pahit dari capaian di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut yang tak memenuhi target.

Sehingga evaluasi pun tak terelakkan. Reza berharap kepemimpinan baru mampu membawa semangat kebangkitan, bahkan menargetkan posisi tiga besar hingga meraih gelar juara umum di masa mendatang.

“Kami berharap Kaltim bisa kembali berjaya. Ini tentu membutuhkan kerja sama seluruh aspek yang ada, pembinaan atlet yang berkelanjutan, serta manajemen yang solid,” tegasnya.

Namun, di tengah harapan itu, ada pesan yang tersampaikan yaitu independensi.

Percasi Kaltim sendiri tidak mengarahkan dukungan pada nama tertentu, melainkan akan menilai setiap calon berdasarkan visi, misi, serta komitmen dalam memajukan olahraga di Kaltim.

“Kami tidak ada intervensi untuk mendukung calon tertentu. Siapa pun yang memiliki komitmen jelas untuk membangun olahraga Kaltim, itu yang layak didukung,” ungkapnya.

Bagi Reza, ukuran utama bukan popularitas, melainkan visi, misi, serta komitmen nyata dalam membangun olahraga daerah secara berkelanjutan.

Lebih jauh, ia juga mengingatkan agar dunia olahraga tidak menjadi arena kepentingan politik. Baginya, profesionalisme harus menjadi fondasi utama jika Kalimantan Timur ingin kembali berbicara banyak di kancah nasional.

“Olahraga tidak boleh dicampuri kepentingan politik dan kepentingan lainnya. Ini harus menjadi fokus bersama agar prestasi bisa tercapai secara maksimal,” tandas Reza. (red)

Facebook Comments Box
Exit mobile version