BERANDA.CO – Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat dilantik sebagai Wakil Kapolri (Wakapolri). Pelantikan keduanya berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan 97/POLRI Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kapolri serta Wakapolri.
Prosesi diawali dengan pembacaan Keppres dan dilanjutkan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung Presiden Prabowo.
“Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi Tribrata dengan sebaik-baiknya,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan kepada pejabat yang dilantik.
Setelah pelantikan, Suyudi langsung menyampaikan sejumlah agenda yang akan menjadi perhatian pada awal masa kepemimpinannya.
Konsolidasi Internal Jadi Langkah Pertama
Suyudi mengatakan langkah awal yang akan dilakukan adalah konsolidasi internal sekaligus mengevaluasi berbagai program yang telah dijalankan kepemimpinan sebelumnya.
Program yang dinilai masih baik akan dilanjutkan, sedangkan sejumlah hal yang membutuhkan pembenahan akan dievaluasi.
“Kami akan melihat hal-hal yang mungkin masih bisa ditindaklanjuti dan masih cukup baik kita akan lanjutkan dan yang masih perlu diperbaiki kita akan perbaiki,” ujar Kapolri.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Suyudi memetakan persoalan di tubuh Polri sekaligus menentukan program yang akan menjadi prioritas.
Pelayanan Publik hingga Penegakan Hukum
Selain konsolidasi, Suyudi menempatkan peningkatan pelayanan publik sebagai salah satu fokus kepemimpinannya.
Ia juga menyebut penegakan hukum yang adil dan kedekatan dengan masyarakat sebagai bagian dari arah kerja Polri ke depan.
“Tentunya kita akan mengedepankan upaya-upaya peningkatan pelayanan publik. Kemudian juga penegakan hukum yang adil dan juga kami berupaya untuk bisa lebih dekat kepada masyarakat sesuai dengan apa yang menjadi program kerja kami yaitu polisi bersama masyarakat,” ungkapnya.
Program “Polisi Bersama Masyarakat” tersebut menempatkan hubungan antara kepolisian dan masyarakat sebagai salah satu perhatian utama.
Menurut Suyudi, polisi harus hadir di tengah masyarakat sekaligus mampu memberikan respons cepat terhadap persoalan keamanan dan ketertiban.
“Memang sejatinya polisi harus selalu dekat dengan masyarakat, harus berada di tengah-tengah masyarakat dan juga memberikan jawaban kepada masyarakat secara cepat dalam kerangka kamtibmas,” lanjutnya.
Narkotika, Penyelundupan hingga Judi Online
Dalam proses konsolidasi, Suyudi mengatakan pihaknya juga akan melakukan pemetaan terhadap berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan prioritas.
“Kita akan mencoba belanja masalah dan juga akan melakukan langkah-langkah yang kami anggap penting, menjadi prioritas kami tentunya dalam kerangka hankamtibmas,” ucapnya.
Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian Presiden Prabowo juga masuk dalam agenda yang disebut Suyudi, antara lain pemberantasan narkotika, penyelundupan dan judi daring.
“Yang pasti Bapak Presiden selalu mengingatkan pada kami semua, terutama dalam berbagai kegiatan seperti juga kemarin pada saat rapat bersama, terutama terkait dengan masalah-masalah narkotika, kemudian penyelundupan, judi online, dan hal-hal lain yang menjadi keresahan di tengah masyarakat,” ujar Kapolri Suyudi.
Dari BNN ke Pucuk Pimpinan Polri
Suyudi Ario Seto lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994.
Sebelum dilantik menjadi Kapolri, Suyudi menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional sejak 25 Agustus 2025. Setelah resmi menjadi Kapolri, pangkatnya dinaikkan satu tingkat menjadi Jenderal Polisi. Ia menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Sementara itu, Wahyu Hadiningrat yang kini mendampingi Suyudi sebagai Wakapolri merupakan lulusan Akpol 1992. Ia sebelumnya menjabat Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena Kapolri).
Pelantikan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara. Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming turut memberikan ucapan selamat kepada pejabat yang baru dilantik, sebelum diikuti para undangan.


