
BERANDA.CO, Samarinda – Proses perbaikan fender Mahakam pada struktur Jembatan Mahakam di Samarinda kembali mendapat sorotan dari DPRD Kaltim. Komisi II menilai penyelesaian perlindungan jembatan yang rusak akibat tabrakan tongkang pada Februari dan April 2025 masih belum sesuai ekspektasi. Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menyebut perbaikan berjalan lebih lambat dari target awal.
Fender sendiri merupakan komponen pelindung yang dipasang di sekitar tiang jembatan untuk menyerap benturan kapal atau tongkang agar kerusakan tidak langsung mengenai konstruksi utama. Struktur ini umumnya terbuat dari material karet atau beton baja guna menjaga keamanan jembatan terutama pada jalur transportasi sungai seperti Sungai Mahakam.
Sabaruddin menjelaskan bahwa dari dua fender yang rusak, baru satu unit berhasil diperbaiki. Sementara itu, fender kedua yang rusak dalam insiden April 2025 belum tersentuh hingga kini. “Sayangnya, untuk fender kedua yang baru ditabrak, perbaikan baru akan dilakukan,” ujarnya.
Politisi Gerindra tersebut menilai keterlambatan ini cukup molor dari batas waktu yang telah disampaikan DPRD. Cuaca buruk dan proses lelang yang dinilai rumit disebut menjadi faktor penghambat. Namun, DPRD tetap menagih komitmen dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan perusahaan pemilik tongkang yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Informasi yang diterima DPRD menyebutkan kontraktor dari pihak pemilik tongkang telah ditunjuk untuk menangani perbaikan fender kedua. “Dua minggu lalu, kita mendapatkan kabar bahwa sudah ada calon pekerja. Nantinya pengecekan pancang dan mobilisasi peralatan akan menjadi target selanjutnya,” jelas Sabaruddin (dikutip dari sumber asli).
Komisi II DPRD Kaltim berencana berkoordinasi dengan komisi lainnya untuk memanggil pihak pemenang tender. Langkah ini dilakukan agar rencana perbaikan dijelaskan secara menyeluruh dan proses pengerjaannya mendapat pengawasan ketat. (adv/red)


