BERANDA.CO, Kutai Kartanegara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengadakan pelatihan penting di tempat wisata Jahitan Layar, Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara pada Kamis, 26 Oktober 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan terkait pengoperasian drone dan radio komunikasi kebencanaan kepada BPBD se-Kaltim.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Agus Tianur, yang diwakili oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltim, Rudi Syafriadi, menjelaskan bahwa bencana dapat terjadi kapan saja dan mempengaruhi siapa saja, tanpa memandang batas wilayah suku atau kelompok. Dampak bencana bisa mencakup kerugian harta benda, hilangnya nyawa, serta dampak psikologis yang serius.
Rudi menekankan bahwa kondisi Kalimantan Timur telah mengalami perubahan drastis dalam kondisi alamnya, termasuk pemanasan global dan perubahan iklim. Hal ini telah menyebabkan perubahan biogeofisik yang memicu berbagai jenis bencana, seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta polusi udara akibat asap.
“Degradasi sumber daya alam dan lingkungan menimbulkan berbagai fenomena alam, seperti ini kondisi El Nino yang menyebabkan kekeringan atau kemarau panjang, kebakaran hutan dan lahan serta gangguan asap,” ungkap Rudi.
Pentingnya upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan pengendalian bencana, terutama dalam konteks kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), ditekankan oleh Rudi. Setiap elemen masyarakat dan pihak terkait di Provinsi Kaltim memiliki peran, tugas, dan tanggung jawabnya sendiri dalam mengatasi bencana, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 dan Pasal 20 yang berkaitan.
Rudi menjelaskan bahwa radio memiliki peran krusial dalam komunikasi sehari-hari dan menjadi sarana utama dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat. Selain itu, radio juga memfasilitasi akses kepada informasi-informasi penting.
Di samping itu, drone memiliki peran penting dalam pengawasan dan pemantauan daerah yang mungkin sulit dijangkau oleh manusia. Keberadaan drone memungkinkan pengambilan gambar dan informasi yang diperlukan dengan lebih praktis dan efisien.
Rudi memberikan himbauan kepada peserta pelatihan yang mewakili sepuluh Kabupaten dan Kota di Kaltim agar memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan dalam menjalankan tugas-tugas yang berkaitan dengan penanggulangan bencana.
“Sebagai perwakilan Pemerintah Provinsi Kaltim, saya menyambut baik kegiatan ini dan berharap bahwa pelatihan ini akan berjalan dengan baik hingga selesai,” tandas Rudi, menegaskan pentingnya pelatihan ini dalam mempersiapkan BPBD Kaltim dalam menghadapi tantangan bencana yang mungkin terjadi. (adv)
