Home BERITA KALTIM Kreatif! Inilah Terobosan Guru Kaltim Mengajar dengan Teknologi Canggih

Kreatif! Inilah Terobosan Guru Kaltim Mengajar dengan Teknologi Canggih

0
Aulia Nauli Efendi (kiri), Guru Kimia SMA Negeri 1 Samarinda saat foto bersama Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. (Ist)

BERANDA.CO, Samarinda – Di berbagai sekolah di Kalimantan Timur, suasana baru bermunculan melalui inovasi digital guru Kaltim yang mulai meninggalkan metode lama dan menghadirkan pendekatan pembelajaran kreatif berbasis teknologi. Dari kota Samarinda hingga wilayah pedalaman Mahakam Ulu, para guru bergerak menghadirkan transformasi nyata dalam dunia teknologi pendidikan, seiring semangat Apresiasi GTK 2025 yang kian menginspirasi. Para guru Samarinda dan berbagai daerah lain tampil dengan gagasan segar yang memberi warna baru pada proses belajar siswa.

Aulia Nauli Efendi, Guru Kimia SMA Negeri 1 Samarinda, menjadi salah satu sosok yang paling mencuri perhatian. Ia menghadirkan pembelajaran ala gim edukasi yang membuat siswa merasa seperti sedang memecahkan teka-teki ilmiah.

“Saya membuat multimedia pembelajaran interaktif menggunakan Canva Coding yang dikombinasikan dengan kartu Flash Card agar anak-anak tidak hanya menghafal konsep,” ujar Guru Kimia SMA Negeri 1 Samarinda Aulia Nauli Efendi di Samarinda, Sabtu (29/11).

Metode itu mengubah konsep rumit kimia menjadi permainan detektif. Siswa diajak memecahkan misteri kode kimia untuk menemukan bahan-bahan yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Sebagai Juara 2 GTK Transformatif 2025 tingkat provinsi, Aulia melihat antusiasme yang meningkat pesat.

Dengan dukungan panel interaktif di sekolahnya, permainan edukatif ini berjalan tanpa hambatan. Siswa tidak hanya belajar, tetapi juga merasakan pengalaman interaktif yang membuat kelas lebih hidup.

Sementara itu, dari ruang kelas SMK Negeri 15 Samarinda, kreativitas metode pembelajaran juga datang dari Rosninani, salah satu dari 50 penyusun bahan ajar digital terbaik se-Kaltim. Sebagai pengajar jurusan pemasaran, ia memilih media yang dekat dengan kebiasaan generasi muda: video.

“Materi video mencakup simulasi cara melayani konsumen dengan baik hingga strategi praktis menangani berbagai keluhan pelanggan,” ujar Rosninani.

Tidak menggunakan aktor profesional, Rosninani melibatkan siswa secara langsung sebagai pemeran. Hasilnya, suasana kelas berubah menjadi studio mini, tempat siswa memerankan skenario pelayanan pelanggan. Guru menilai, pendekatan visual membuat materi lebih mudah dipahami dan lebih relevan dengan dunia kerja.

Namun, inovasi tidak hanya lahir dari sekolah dengan fasilitas lengkap. Di SMA Negeri 1 Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Nor Kumala Dewi menghadirkan solusi di tengah keterbatasan. Wilayahnya sering dilanda banjir, memaksa sekolah meliburkan kegiatan tatap muka. Menghadapi situasi ini, Dewi memastikan pembelajaran tetap berjalan melalui bahan ajar digital yang bisa diakses tanpa harus bergantung pada internet.

“Contohnya saat wilayah tugas saya dilanda banjir yang memaksa sekolah diliburkan, bahan ajar digital yang sudah diunduh, bisa dikerjakan di rumah masing-masing,” ujar Dewi.

Dewi yang meraih penghargaan Juara 2 GTK Dedikatif, membuktikan bahwa digitalisasi pembelajaran bukan hanya untuk daerah kota, tetapi juga dapat menyelamatkan proses belajar di daerah tersulit sekalipun. (red)

Facebook Comments Box
Exit mobile version