spot_img

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr Jaya Mualimin Mendorong Pencegahan Stunting dan Obesitas

BERANDA.CO, Samarinda – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, dr Jaya Mualimin, mengangkat isu serius yang berkaitan dengan masalah stunting dan obesitas di Kaltim. Ia menyoroti dampak negatif yang ditimbulkan oleh dua masalah gizi ini, yang menjadi ancaman ganda terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, stunting tidak hanya mengacu pada pertumbuhan fisik yang tidak sesuai dengan usia (stunted), tetapi juga terkait dengan perkembangan sel otak yang berpotensi mengurangi tingkat kecerdasan anak dalam jangka panjang. Hal ini dapat menghambat produktivitas ekonomi dan memunculkan permasalahan sosial budaya di masa yang akan datang.

Di sisi lain, obesitas juga membawa risiko serius, seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan kanker. Penyakit-penyakit ini bukan hanya mengurangi kualitas hidup, tetapi juga memerlukan biaya perawatan yang tinggi.

BACA JUGA  Dua Daerah di Kaltim Tak Usulkan Dana Percepatan Penanganan Stunting di 2025

Untuk mengatasi stunting dan obesitas, dr Jaya Mualimin mendesak perlunya perubahan gaya hidup yang lebih sehat, termasuk konsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, dan menghindari rokok dan alkohol.

Ia juga mendorong kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mengatasi masalah gizi di Kalimantan Timur. Masyarakat juga diminta untuk memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di provinsi ini untuk melawan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi.

“Konsumsi pangan lokal, seperti tanaman pangan lokal, buah-buahan, sayuran, ikan, daging, telur, susu, dan lain-lain, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang,” katanya.

Ia menambahkan, penting untuk mengonsumsi pangan lokal dengan takaran yang sesuai dan tidak berlebihan. Orang tua juga diminta untuk memberi perhatian khusus pada pemberian gizi yang seimbang kepada anak-anak mereka.

BACA JUGA  Kekurangan Helikopter Pemadam Hadang Penanganan Karhutla di Daerah Sulit

“Dengan upaya bersama, kita berharap bahwa angka stunting dan obesitas di provinsi ini dapat turun secara signifikan,” tambah Jaya. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan masalah gizi ini dapat diminimalkan, dan masyarakat Kalimantan Timur dapat menikmati kesehatan yang lebih baik. (adv)

Facebook Comments Box

  Yuk gabung ke Chanel WhatsApp Beranda.co!

spot_img

Baca Juga

Artikel Terkait

google-site-verification=2BD9weAnZwEeg5aPSMuk5688uWcb6MUgj2-ZBLtOHog