BERANDA.CO, Samarinda – Padatnya lalu lintas di Kota Samarinda sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat. Sejak pagi hingga malam, deretan kendaraan terus memenuhi jalanan kota, menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pengendara roda dua yang dituntut tetap fokus, sigap, dan aman selama perjalanan.
Di tengah tingginya mobilitas tersebut, keselamatan berkendara menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Sebab, sedikit kelalaian di jalan dapat berujung pada risiko yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman, Astra Motor Kalimantan Timur 2 kembali mengingatkan pentingnya menerapkan teknik berkendara yang baik dan benar dalam aktivitas harian.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Kalimantan Timur 2, Arisettya Julkadar, menegaskan bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama di tengah padatnya aktivitas masyarakat perkotaan.
“Dalam menghadapi padatnya aktivitas harian, keselamatan harus tetap menjadi prioritas. Melalui teknik berkendara yang baik dan benar, kami kembali mengingatkan para pengguna roda dua untuk selalu menerapkan tips #Cari_Aman saat berkendara, sehingga setiap perjalanan terasa nyaman dan selamat sampai tujuan,” jelas Ari.
Menurutnya, ada lima hal penting yang wajib diperhatikan pengendara agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Hal pertama adalah teknik pengereman yang efektif. Pengendara dianjurkan menggunakan rem depan dan belakang secara bersamaan dengan komposisi seimbang. Penggunaan satu rem secara mendadak dapat meningkatkan risiko ban selip, terutama saat kondisi jalan licin atau padat kendaraan.
Selain itu, pengendara juga harus mampu mengatur kecepatan sesuai kondisi jalan dan lalu lintas. Berkendara terlalu cepat di jalan ramai atau berkelok tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lain.
Tips berikutnya adalah teknik menikung yang aman. Pengendara disarankan mengurangi kecepatan sebelum memasuki tikungan dan menghindari pengereman saat berada di tengah tikungan. Fokus pandangan ke arah ujung tikungan juga membantu menjaga keseimbangan motor.
Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan juga menjadi hal penting yang sering diabaikan. Padahal, jarak aman memberi waktu bagi pengendara untuk bereaksi ketika terjadi pengereman mendadak atau situasi tak terduga di jalan.
Tak kalah penting, penggunaan lampu sein yang benar juga menjadi bagian dari etika sekaligus keselamatan berkendara. Memberikan tanda sebelum berpindah jalur atau berbelok membantu pengguna jalan lain memahami arah kendaraan dan mengurangi risiko tabrakan.
Bagi sebagian pengendara, tips-tips tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun di jalan raya, kebiasaan kecil justru sering menjadi penentu keselamatan.
“Melalui edukasi dan tips #Cari_Aman ini, kami berharap kesadaran akan pentingnya teknik berkendara yang aman dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat Samarinda,” tutup Ari.
Di tengah mobilitas kota yang semakin tinggi, keselamatan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Karena pada akhirnya, perjalanan terbaik bukan hanya soal cepat sampai tujuan, tetapi juga pulang dengan selamat. (red)


