spot_img

Harun Al Rasyid, Peran Kunci Pemuda dalam Mengatasi Krisis Moral di Indonesia

BERANDA.CO, Samarinda – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsi Kalimantan Timur, Harun Al Rasyid, menyampaikan peran krusial yang harus dimainkan oleh pemuda dalam proses pembangunan negara Indonesia. Dalam pandangannya, Indonesia sedang menghadapi tantangan besar terkait generasi muda, yang mencakup krisis moral, keteladanan, dan perilaku.

Harun Al Rasyid menggarisbawahi pentingnya mengatasi krisis moral ini dengan fokus pada pembaharuan nilai-nilai moral dan pendidikan karakter. Menurutnya, sistem pendidikan harus memberikan pondasi yang kokoh bagi generasi muda agar mereka dapat tumbuh menjadi individu yang memiliki karakter yang baik.

Politisi PKS ini juga mendorong pemuda untuk meningkatkan pemahaman kebangsaan, semangat cinta tanah air, serta menjaga keragaman sambil memperkuat persatuan, sebagaimana yang tercermin dalam semangat Sumpah Pemuda.

“Semangat persahabatan harus terus dihidupkan melalui pertemuan antar kelompok,” ujarnya. Harun Al Rasyid.

BACA JUGA  Kirab Pemuda Meriahkan Pekan Raya Pemuda Kaltim 2023

Menurutnya, Sumpah Pemuda yang diumumkan oleh kaum muda di Jakarta pada 28 Oktober 1928, saat masih dalam penjajahan Belanda, memiliki tiga elemen kunci. Pertama, pengakuan akan persatuan mereka dalam darah dan tanah air Indonesia. Kedua, kesadaran mereka sebagai satu bangsa Indonesia. Ketiga, sumpah untuk menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Harun Al Rasyid juga mengingatkan tentang keragaman budaya, kekayaan alam, dan manfaat bagi masyarakat yang ada di seluruh Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Rote. Ia menyoroti perlunya semangat ke-Indonesia-an yang terus berkobar.

Dalam konteks masa depan Indonesia, Harun Al Rasyid menegaskan bahwa tahun depan akan menjadi pesta demokrasi dengan pemilu pada 14 Februari 2024. Pemilu ini akan menentukan wakil legislatif dan calon presiden-wakil presiden. Keberhasilan Indonesia bergantung pada partisipasi aktif kaum muda, yang diharapkan akan menyumbangkan 56-60 persen dari suara pemilih.

BACA JUGA  Kunjungi BPN Kukar, Ini yang Disampaikan Komisi I

“Para pemuda memiliki peran penting dalam menilai komitmen calon pemimpin terhadap nilai-nilai kebangsaan,” tegas Harun Al Rasyid.

Dia menekankan bahwa pemilu yang transparan dan adil akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Oleh karena itu, pemuda diharapkan akan berkolaborasi dalam berbagai program pemuda dan kemasyarakatan untuk mengarahkan energi positif mereka menuju pembangunan bangsa yang lebih baik.

Harun Al Rasyid juga menekankan pentingnya memelihara semangat persaudaraan di antara kaum muda, yang merupakan generasi penerus Indonesia. Semangat persaudaraan adalah obor yang harus terus menyala, mendorong pemanfaatan semua potensi dan sumber daya untuk kemajuan negara. (adv)

Facebook Comments Box

  Yuk gabung ke Chanel WhatsApp Beranda.co!

spot_img

Baca Juga

Artikel Terkait

google-site-verification=2BD9weAnZwEeg5aPSMuk5688uWcb6MUgj2-ZBLtOHog