BERANDA.CO, Samarinda – Momentum kreativitas digital pelajar Kalimantan Timur mencapai puncaknya pada Gebyar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 2025, sebuah ajang inovasi teknologi informasi dan komunikasi yang resmi ditutup dalam seremoni meriah di Ballroom Hotel Horison Samarinda, Selasa (2/12). Ratusan pelajar SMA dan SMK dari seluruh Kaltim menunjukkan bakat terbaiknya dalam bidang animasi, desain, hingga e-sport.
Acara penutupan dihadiri oleh Plt. Kepala Disdikbud Kaltim yang diwakili Kepala UPTD Tekkom dan Infodik, Muchamad Awaludin, bersama para juri, guru pendamping, serta peserta yang memenuhi ruangan sejak sore hari.
pada kesempatan itu, Awaludin menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
“Meski pelaksanaan dilakukan dengan efisiensi anggaran dan tanpa fasilitas fullboard hotel, kegiatan tetap berjalan lancar dan penuh antusiasme,” tuturnya.
Gelaran grand final berlangsung sejak 30 November hingga 2 Desember 2025, menampilkan 83 finalis yang bertanding pada empat cabang diantaranya Animasi, Desain Poster, Desain Kemasan Produk, dan E-Borneo Student League (E-Sport).
Para pemenang dari setiap cabang berhak membawa pulang sertifikat, medali, dan uang pembinaan dengan nominal:
- Rp7.000.000 untuk Juara I
- Rp5.000.000 untuk Juara II
- Rp3.000.000 untuk Juara III
- Rp2.000.000 untuk Juara Harapan
Dimana seluruh hadiah pemenang akan dipotong pajak sebesar 5 persseen.
Sementara sertifikat resmi peserta dan juara dapat diunduh secara daring melalui tautan yang akan diumumkan panitia.
Pada acara penutupan, pengumuman juara dan penyerahan hadiah menjadi momen paling ditunggu, ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, juri, dan panitia.
Daftar Lengkap Pemenang Gebyar TIK 2025
1. Lomba Animasi
Kategori ini menonjolkan kreativitas visual serta kemampuan teknis para peserta dalam merangkai cerita melalui gerak dan ilustrasi. Persaingan berlangsung ketat, namun empat karya menonjol berhasil keluar sebagai yang terbaik.
- Moza Khaliza Al Shafiera – SMA Negeri 5 Balikpapan, Kota Balikpapan.
- Veronika – SMK Negeri 7 Samarinda, Kota Samarinda.
- Adelia Ramadhani – SMA Negeri 1 Batu Ampar, Kutai Timur.
- Radithya Archietilla – SMAS YPVDP Bontang, Kota Bontang.
Para juri menilai karya Moza unggul berkat alur cerita yang matang, teknik animasi yang halus, serta pemilihan warna yang dinamis.
2. Lomba Desain Kemasan Produk
Kategori ini menguji kemampuan peserta dalam merancang kemasan produk lokal agar tampil lebih modern, fungsional, dan menarik di pasar. Karya-karya yang masuk sebagian besar mengangkat kekayaan kuliner Kalimantan Timur.
- Casey Amelie Wibowo Bok – SMAN 1 Balikpapan – Produk: Amplang.
- Noor Alvina Nadiah Almadhani – SMAN 9 Samarinda – Produk: Dodol.
- Alya Nur Rohmah – SMKN 6 Balikpapan – Produk: Keminting.
- Ahmat Idham Azhar – SMKN 4 Penajam Paser Utara (PPU) – Produk: Bingka.
Karya Casey mencuri perhatian karena desainnya dinilai modern tanpa meninggalkan identitas khas amplang sebagai produk lokal.
3. Lomba Desain Poster
Kategori ini dipadati karya yang kuat secara visual dan pesan. Setiap poster memuat gagasan segar tentang pendidikan, teknologi, dan kreativitas anak muda.
- Aliyah Sarah – SMAN 10 Samarinda, Samarinda.
- Zahira Selvan Reisyer – SMAN 5 Balikpapan, Balikpapan.
- Afifah Khaerunnisa – SMAS Yayasan Pupuk Kaltim, Bontang.
- Farzana Dzihni – SMAN 2 Sangatta Utara, Kutai Timur.
Aliyah berhasil memikat juri lewat komposisi warna yang kuat dan pesan edukatif yang disampaikan secara lugas.
4. E-Borneo Student League (E-Sport)
Turnamen E-Sport menjadi kategori paling meriah dengan dukungan penuh para penonton. Strategi cepat, ketepatan mengambil keputusan, dan kerja sama tim menjadi kunci kemenangan.
- SMAN 1 Sangatta Utara, Kutai Timur – Juara 1
- SMAN 1 Samarinda, Kota Samarinda – Juara 2
- SMAN 17 Samarinda, Kota Samarinda – Juara 3
- SMAN 2 Bontang, Kota Bontang – Juara Harapan
SMAN 1 Sangatta Utara tampil dominan sejak babak penyisihan hingga final, menunjukkan koordinasi tim yang matang.
Ajang Gebyar TIK 2025 bukan hanya kompetisi, tetapi juga ruang bertumbuh bagi pelajar Kaltim untuk mengasah kreativitas digital di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat. Para pemenang diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus mendorong inovasi dan penguasaan teknologi sejak usia dini. (red)


