spot_img

Ekonom Mendorong UMKM Adopsi Teknologi Agar Bangkit dari Pandemi

BERANDA.CO – Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mengoptimalkan adopsi teknologi agar kembali bangkit dari dampak pandemi COVID-19.

“Adopsi teknologi ini bisa menjadi focal point untuk mendongkrak transaksi bahkan hingga ratusan persen,” kata Fithra Faisal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Ekonom yang juga Direktur Eksekutif Next Policy itu menambahkan sebagian pelaku UMKM yang mampu betahan adalah mereka yang mengandalkan teknologi, informasi dan komunikasi.

Menurut dia, peluang untuk rebound atau bangkit kembali dari dampak pandemi bagi pelaku UMKM juga terbilang besar. Karena didukung intervensi pemerintah baik dalam hak kesehatan dan fiskal.

Lalu, intervensi fiskal dengan menambah stimulus hingga dua kali lipat pada tahun 2021 akan menggairahkan sektor UMKM.

BACA JUGA  Seperti Ini Penyegaran Terbaru Honda CBR250RR

Senada dengan Fithra, perusahaan yang menyediakan platform bagi pelaku usaha termasuk mikro dalam penyelesaian transaksi jual beli (POS) yakni Qasir juga menyebut teknologi berperan mendorong UMKM bisa bertahan dari dampak pandemi.

BACA JUGA  Tunjukkan Loyalitas dan Soliditas, 34.377 Bikers Honda Bersatu di HBD 2023

CEO Qasir Michael Williem mengatakan pelaku usaha yang bertahan adalah mereka yang sigap melakukan adaptasi. Baik dalam penerapan protokol kesehatan dan adaptasi teknologi.

“Tidak dapat dipungkiri, transformasi digital membuat UMKM menjadi lebih berdaya saing,” katanya.

Menjalin Kemitraan dan Kolaborasi

Misalnya, lanjut dia, ketika pelaku bisnis UMKM menjalin kemitraan dengan layanan pengiriman daring, kolaborasi dengan platform e-commerce dalam menjalankan promo, program bundling, dan strategi lain yang tujuannya membuat produk berputar.

Pelaku UMKM, kata dia, juga melakukan diversifikasi bisnis mencermati kebutuhan konsumen di era normal baru.

BACA JUGA  Direktur SDM Pegadaian : Rekrutmen Berbayar adalah Hoax

Ia optimis UMKM Indonesia dapat kembali pulih pada 2021 dibarengi transformasi proses bisnis agar formal. Salah satunya dengan merapikan pencatatan usaha dari cara manual, dapat beralih ke layanan digital.

Ia menilai transformasi digital UMKM terlihat dengan pertumbuhan volume transaksi e-commerce pada September 2020 mencapai 150,16 juta transaksi atau meningkat 79,38 persen secara tahunan dengan jumlah UMKM digital melampaui sembilan juta.

BACA JUGA  Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Samarinda Catatkan Prestasi Luar Biasa, Capai PNBP Rp22 Miliar, Target Melesat 300 Persen Lebih

Sedangkan, lanjut dia, pelaku UMKM yang menggunakan platform memudahkan transaksi jual beli daring melalui Qasir juga tumbuh mencapai lebih dari 500 ribu. Meski berada dalam kondisi pandemi.

 

Sumber: Nusadaily.com

Facebook Comments Box

spot_img

Baca Juga

Artikel Terkait

Facebook Comments Box
google-site-verification=2BD9weAnZwEeg5aPSMuk5688uWcb6MUgj2-ZBLtOHog