Home DPRD KALTIM DPRD Kaltim Penyertakan Modal ke Perusahaan Daerah dengan Harapan Kontribusi Deviden Seimbang

DPRD Kaltim Penyertakan Modal ke Perusahaan Daerah dengan Harapan Kontribusi Deviden Seimbang

0
Nidya Listyono, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim.

BERANDA.CO, Samarinda – Optimisme dalam penyertaan modal tambahan untuk beberapa Perusahaan Daerah (Perusda) di Kalimantan Timur akan menghasilkan kontribusi deviden yang seimbang bagi, hal itu diutarakan Nidya Listyono, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim.

“Kami dapat memberikan penyertaan modal pada Bankaltimtara sebesar Rp 3,5 triliun dan dua perusahaan daerah lainnya,” ungkap Nidya.

Perusda yang dimaksud oleh legislator asal partai Golkar ini diantaranya tiga entitas, yaitu PT Jamkrida dengan penyertaan modal sebesar Rp 100 miliar, PT Melati Bhakti Satya (MBS) dengan dana sebesar Rp 18,8 miliar, dan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltimtara yang akan mendapatkan peningkatan modal sebesar Rp 3,55 triliun. Total keseluruhan penyertaan modal untuk tiga perusda ini mencapai Rp 3,67 triliun.

Tio biasa anggota dewan ini disapa, meminta perusahaan daerah yang mendapatkan penyertaan modal untuk menjelaskan dengan transparan penggunaan dana tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa dana tersebut digunakan secara efisien dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Ia pun berharap bahwa penyertaan modal ke PT. BPD Kaltim Kaltara akan membantu meningkatkan pemberdayaan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan wiraswasta baru. Selain itu, diharapkan PT. BPD Kaltim Kaltara akan meningkatkan layanan kepada nasabah, khususnya layanan e-banking, ATM, dan teknologi jaringan.

Tio pun percaya bahwa hal tersebut akan meningkatkan status PT. Bank Kaltimtara menjadi bank buku dua, yang menandakan peningkatan kompetitivitasnya di industri perbankan. Dia juga optimis bahwa inisiatif ini akan membawa manfaat bagi Kaltim, termasuk peluang kerja bagi penduduk setempat, serta berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Inisiatif ini diharapkan membawa manfaat bagi Kaltim, termasuk peluang kerja bagi penduduk setempat. Pengembangan tiga entitas Perusda ini diantisipasi akan berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” pungkas Tio.

Perlu dicatat bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023 mengalami peningkatan signifikan dan mencapai rekor tertinggi sebesar Rp 25,32 triliun, naik dari anggaran awal sebesar Rp 17,2 triliun. Penyertaan modal ke perusda merupakan salah satu langkah strategis yang diharapkan akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan penerimaan daerah. (adv)

Facebook Comments Box
Exit mobile version