spot_img

Dinkes Kaltim Berkomitmen Perangi DBD dengan Program Jangka Panjang

BERANDA.CO, Samarinda – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) terus memantau perkembangan kasus dan kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD). Upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit tersebut menjadi fokus utama, dan Dinkes Kaltim memiliki program jangka panjang untuk mengatasi dan mengendalikan penyebaran penyakit ini di Benua Etam.

Kepala Dinkes Kaltim, dr. Jaya Mualimin, menjelaskan bahwa salah satu program jangka panjang yang dijalankan adalah melibatkan nyamuk yang telah diberi bakteri Wolbachia. Program ini bertujuan untuk mengendalikan virus penyebab DBD. Program serupa telah diluncurkan di lima kota di Indonesia, termasuk Kota Bontang di Kalimantan Timur. “Program ini sudah dilakukan di lima kota di Indonesia, termasuk Kota Bontang,” ucapnya.

Dinkes Kaltim telah melakukan penelitian dan kajian program ini dengan berkolaborasi bersama Kota Semarang, yang menjadi pilot project dari program tersebut. Diharapkan bahwa program ini akan berhasil dan bisa diterapkan di berbagai daerah lainnya untuk mengendalikan penyebaran penyakit DBD.

BACA JUGA  Upaya Penanggulangan Tuberkulosis di Kaltim, Kadinkes Ungkap Tantangan dan Strategi

Selain program bakteri Wolbachia, Dinkes Kaltim juga merencanakan vaksinasi DBD. Dr. Jaya Mualimin mengungkapkan bahwa sudah ada dua produk vaksin DBD yang tersedia di dunia, salah satunya diproduksi di Jepang. Pemerintah daerah telah mengalokasikan dana untuk membeli vaksin tersebut dan akan mendistribusikannya kepada anak-anak yang termasuk dalam kelompok rentan. Rencananya, vaksinasi akan dimulai pada tahun ini, dengan pengadaan 20 ribu botol vaksin senilai Rp 9,6 miliar. Anggaran untuk vaksinasi akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

“Rencananya tahun ini. Mudah-mudahan di Desember kami bisa mulai vaksinasi. Kami sudah order 20 ribu botol vaksin dengan anggaran Rp 9,6 miliar rupiah. Tahun depan kami rencana akan menganggarkan lagi dan akan berkelanjutan,” ungkapnya.

BACA JUGA  Komda PP-KIPI Dinkes Kaltim, Langkah Terobosan dalam Pencegahan Penyakit Pasca Imunisasi

Dr. Jaya Mualimin juga mengajak masyarakat untuk mendukung program pencegahan dan penanggulangan DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan dan berpartisipasi dalam vaksinasi. Dia menekankan pentingnya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala DBD, seperti demam tinggi, nyeri otot, nyeri sendi, mual, muntah, ruam kulit, atau perdarahan.

Dinkes Kaltim berharap dapat mencapai hasil yang signifikan dalam upaya pencegahan DBD, dan akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan evaluasi dalam kurun waktu satu tahun untuk memantau penurunan kasus DBD. Kerjasama semua pihak diharapkan dapat membawa masyarakat Kalimantan Timur menuju kebebasan dari penyakit DBD. (adv)

Facebook Comments Box

  Yuk gabung ke Chanel WhatsApp Beranda.co!

spot_img

Baca Juga

Artikel Terkait

google-site-verification=2BD9weAnZwEeg5aPSMuk5688uWcb6MUgj2-ZBLtOHog