BERANDA.CO, Samarinda – Demonstrasi kerap menjadi cara masyarakat menyampaikan aspirasi, protes, atau kritik terhadap kebijakan pemerintah. Bentuk ekspresi kolektif ini terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Namun, seringkali aksi demonstrasi identik dengan stigma negatif karena sebagian aksi diwarnai perilaku anarkis yang sejatinya tidak diinginkan.
Dilansir dari uin-alauddin.ac.id, demonstrasi sejatinya merupakan sarana efektif untuk mengungkapkan kebenaran dan menyampaikan suara publik. Tetapi ketika aksi berlangsung terus-menerus, memicu ketegangan politik, bahkan berujung kekerasan, dampaknya tak hanya dirasakan di jalan, tetapi juga di benak banyak orang. Stres, rasa cemas, hingga kehilangan rasa aman menjadi hal yang umum terjadi.
Lalu, bagaimana cara menjaga kesehatan mental di tengah maraknya aksi demonstrasi? Menurut laporan Foresight dan World Health Organization (WHO), berikut adalah tips praktis untuk mengurangi stres dan menjaga ketenangan di tengah situasi yang tidak menentu:
1. Jaga Kesehatan Fisik
Kesehatan fisik berdampak besar pada kondisi mental. Sisihkan waktu minimal 30 menit untuk aktivitas seperti jogging, yoga, bersepeda, atau sekadar berjalan santai. Jangan lupa pola makan seimbang dan tidur cukup agar tubuh tetap bugar.
2. Batasi Konsumsi Berita
Terlalu banyak membaca berita demonstrasi, apalagi yang mengandung unsur kekerasan, dapat memperburuk kecemasan. Tetapkan jadwal untuk mengikuti informasi dari sumber terpercaya dan hindari media yang provokatif atau sensasional.
3. Pertahankan Rutinitas dan Aktivitas Positif
Merawat diri bukan kemewahan, melainkan kebutuhan. Luangkan waktu untuk kegiatan yang menenangkan seperti memasak, membaca, atau menonton film favorit. Aktivitas ini bisa memulihkan energi dan memperkuat ketangguhan mental.
4. Nikmati Hal yang Membawa Kebahagiaan
Tetap lakukan hal-hal sederhana yang memberi makna, seperti bermain dengan hewan peliharaan, berkebun, atau berjalan di taman. Rutinitas menyenangkan dapat membantu menjaga keseimbangan emosional.
5. Terlibat dalam Komunitas
Dukung orang-orang di sekitar dengan cara sederhana, misalnya berbagi informasi yang benar, berdonasi, atau membantu warga terdampak. Aksi kecil ini bisa memberi rasa makna sekaligus mengurangi frustrasi.
6. Berbagi Cerita dengan Orang Terpercaya
Jangan pendam perasaan sendiri. Bicarakan dengan teman, keluarga, atau rekan kerja. Jika sulit bertemu langsung, gunakan panggilan video atau telepon. Dukungan sosial terbukti ampuh mengurangi beban emosional.
7. Jangan Ragu Cari Bantuan Profesional
Jika stres terasa sulit diatasi, hubungi konselor, psikolog, atau layanan kesehatan mental setempat. Ingat, mencari bantuan bukan tanda kelemahan, melainkan langkah tepat untuk memulihkan kesejahteraan emosional.
Menghadapi situasi penuh ketidakpastian seperti maraknya demonstrasi, menjaga diri tetap tenang dan sehat mental adalah prioritas utama. Dengan self-care dan dukungan sosial, kita dapat lebih kuat menghadapi tantangan. (*)


