spot_img

BPBD Kota Samarinda Siap Hadapi Status Siaga Bencana

BERANDA.CO, Samarinda – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda telah mengambil langkah tegas untuk menghadapi potensi bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta asap akibat karhutla. Langkah ini merespons Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim Nomor 100.3.3.1/K.620/2023 yang menetapkan status siaga bencana tersebut.

Dalam SK tersebut, dinyatakan bahwa “penetapan status keadaan siaga harus ditindaklanjuti dengan pembentukan pos komando dan pos lapangan yang melibatkan perangkat daerah dan instansi terkait sesuai tugas dan fungsinya dalam upaya penanggulangan bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan serta asap.”

Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, menjelaskan bahwa pos komando telah didirikan di area parkir Kantor BPBD Samarinda yang berlokasi di Jalan Sentosa Dalam. Selain itu, BPBD Samarinda juga telah menyiapkan personil dan peralatan yang diperlukan untuk menghadapi potensi karhutla.

BACA JUGA  Penurunan Titik Panas di Kaltim: Upaya dalam Menghadapi Potensi Karhutla

“Kami memiliki sekitar 40 personil BPBD yang siap terlibat dalam penanganan bencana. Namun, penanganan bencana selalu melibatkan konsep sinergitas kolaboratif. Kami selalu bekerja sama dengan TNI-Polri dan relawan di lapangan,” ujar Suwarso.

Meskipun wilayah Kota Samarinda cenderung rentan terhadap karhutla, BPBD Samarinda bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Faktor yang perlu diperhatikan adalah prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus hingga September dengan potensi angin kencang.

Suwarso menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama karena adanya sejarah kejadian karhutla di Kota Samarinda. Seiring dengan cuaca panas, lapisan bawah tanah yang mengandung batu bara, dan perilaku membuka lahan dengan membakar, risiko terjadinya karhutla meningkat.

BACA JUGA  Pengurangan Titik Hotspot di Kaltim Seiring Musim Penghujan

BPBD Samarinda tetap mendorong kesadaran masyarakat dan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi dampak bencana yang dapat terjadi. Keberadaan pos komando dan persiapan yang matang menjadi upaya konkret BPBD Kota Samarinda untuk melindungi warga dan wilayahnya dari ancaman kekeringan dan karhutla. (adv)

Facebook Comments Box

  Yuk gabung ke Chanel WhatsApp Beranda.co!

spot_img

Baca Juga

Artikel Terkait

google-site-verification=2BD9weAnZwEeg5aPSMuk5688uWcb6MUgj2-ZBLtOHog