Home BPBD KALTIM BPBD Kaltim: Pendekatan Psikososial dalam Penanganan Bencana Adalah Hal Penting

BPBD Kaltim: Pendekatan Psikososial dalam Penanganan Bencana Adalah Hal Penting

0
Andik Wahyudi, Kepala Bidang RR BPBD Kaltim.

BERANDA.CO, Samarinda – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti pentingnya pendekatan sosial psikologis dalam bidang rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana, sesuai dengan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Dalam Pasal 58 undang-undang tersebut, salah satu klause menyebutkan bahwa bidang rehabilitasi mencakup kegiatan pemulihan sosial psikologis.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Agus Tianur melalui Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kaltim, Andik Wahyudi, menyadari pentingnya aspek psikososial dalam penanganan pasca-bencana. Namun, dia mengakui bahwa BPBD belum secara maksimal menggarap sektor ini.

“Contohnya di kilo 10 Samarinda-Balikpapan, ada komunitas prostitusi. Dia juga bagian masyarakat yang perlu dilindungi,” kata Andik.

Untuk mengatasi masalah ini, Bidang RR telah menjalin kerjasama dengan tokoh agama dan tokoh adat dalam upaya mendekati masyarakat terdampak. Mereka berharap bahwa dengan pendekatan ini, pesan-pesan terkait pemulihan sosial psikologis dapat disampaikan lebih efektif. “Mungkin kita tidak bisa mengasih tahu, tapi tatkala disentuh terkait dengan keyakinannya, bisa lebih baik,” ujar Andik.

Andik Wahyudi menekankan bahwa BPBD adalah sebuah institusi komprehensif yang mampu menangani berbagai aspek terkait bencana. Kepada BPBD, urusan penanggulangan bencana bukan lagi menjadi tanggung jawab hanya pentahelix (pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media) seperti yang dulu dikenal, melainkan multihelix. Multihelix mencakup berbagai lembaga masyarakat, pemerintahan, relawan, dan perguruan tinggi, yang memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana.

Dalam pandangan Andik, penanganan bencana adalah tanggung jawab bersama dan menjadi milik semua pihak. Karena itulah, semua sektor harus bersinergi dalam upaya penanggulangan bencana, termasuk pendekatan sosial psikologis untuk mendukung pemulihan masyarakat yang terdampak bencana secara menyeluruh. “Artinya secara substantif, kebencanaan itu adalah milik kita semua. Apabila terjadi kejadian, itu menjadi urusan kita semua,” pungkasnya. (adv)

Facebook Comments Box
Exit mobile version