BERANDA.CO, Samarinda – Agus Tianur, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), terus menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Meskipun musim hujan telah tiba, sisa-sisa kemarau seperti daun kering masih ada, dan ia menekankan pentingnya masyarakat untuk tidak membakar lahan tersebut. Himbauan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BPBD dalam menghindari kebakaran hutan dan lahan.
“Kita akan mengingatkan masyarakatuntuk tidak melakukan pembakaran lahan walaupun sekarang hujan tapi ada sisa kemarau seperti daun yang kering. Kita himbau jangan sampai membakar lahan tersebut,” ungkap Agus.
Saat diwawancarai, Agus membeberkan Kaltim masih berstatus Siaga Bencana, seperti yang dinyatakan oleh Gubernur Kaltim, dan BPBD Kaltim tetap siap bersiaga untuk mendukung upaya penanggulangan bencana yang dilakukan oleh BPBD Kota Samarinda. Agus Tianur menegaskan kesiapannya untuk memberikan dukungan dan mengkoordinasikan anggota BPBD Provinsi jika diperlukan oleh petugas BPBD Kota Samarinda.
“Kita akan support dan kerahkan anggota jika petugas BPBD Kota Samarinda memerlukan bantuan kita,” tegas Agus.
Petugas BPBD Kota Samarinda telah dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di beberapa titik di Kota Samarinda. Dalam upaya pemadaman ini, mereka menggunakan satu unit mobil tangki dan satu unit mobil pikep dengan peralatan portabel. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda, yang dipimpin oleh Nusa Indah, menyampaikan bahwa terdapat tiga titik kebakaran, yaitu di kawasan Pinang Seribu, Pampang, dan Jalan Sukorejo Lempake.
Di kawasan Pinang Seribu, yang terbakar adalah area di Jalan Air Terjun Gang Barokah RT 13, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, dengan luas area yang terbakar mencapai sekitar 10.000 meter persegi. Sedangkan di kawasan Pampang, yaitu Jalan Pampang Muara, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, area yang terbakar mencapai sekitar 500 meter persegi.
“Untuk kawasan Pinang Seribu masih belum diketahui penyebabnya, sedangkan kawasan Pampang diduga sengaja dibakar,” ucap Nusa Indah.
Nusa Indah melaporkan bahwa penyebab kebakaran di kawasan Pinang Seribu masih belum diketahui, sementara di kawasan Pampang diduga disengaja dibakar. Namun, di kawasan Jalan Sukorjo, petugas mengalami kendala karena yang terbakar adalah area yang mengandung batu bara yang belum digali atau dikelola.
Dalam upaya pemadaman, petugas BPBD Kota Samarinda bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Kota Samarinda. BPBD Kota Samarinda mengerahkan satu unit mobil tangki dan mobil pikep yang membawa pompa portabel, serta melibatkan 12 personil. Delta, perusahaan pertambangan batu bara, juga turut membantu dengan menyiapkan tiga mobil pemadam kebakaran dan melibatkan 10 personil untuk membackup pemadaman kebakaran.
Selama upaya pemadaman, petugas BPBD Kota Samarinda memberikan saran kepada ketua RT dan warga di sekitar area yang mengandung batu bara untuk membersihkan rumput kering dan dedaunan yang dapat memicu titik api. Usaha bersama ini mencerminkan kerjasama yang kuat dalam menghadapi kebakaran lahan dan menjaga keselamatan lingkungan serta masyarakat. (adv)
