BERANDA.CO, Bontang – Edi Kristanto, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Kota Bontang, mengungkapkan rencana pelaksanaan 14 pelatihan berbasis kompetensi pada tahun 2024. Sumber pendanaan pelatihan ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) 2024.
Kristanto menjelaskan bahwa saat ini, belasan paket pelatihan tersebut sedang dalam proses penawaran kepada sejumlah Lembaga Pelatihan Kompetensi (LPK) yang akan menjadi instruktur. “LPK saat ini sedang menyiapkan berbagai syarat yang harus dipenuhi, termasuk kurikulum yang akan diajarkan, rencana anggaran biaya pelatihan, dan kualifikasi tenaga pelatihan,” ujarnya.
Selain itu, LPK yang menjadi instruktur dalam pelatihan ini diharuskan memiliki tenaga instruktur yang kompeten, dibuktikan dengan sertifikat teknis dan sertifikat metodologi sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) calon instruktur. “LPK juga diwajibkan mengirimkan dokumentasi foto sarana dan prasarana yang dimilikinya serta mendapatkan dukungan kurikulum dari dunia usaha,” tambah Kristanto.
Rencana pelatihan ini menunjukkan komitmen UPTD BLKI Bontang dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui pendekatan berbasis kompetensi, sekaligus memberikan dukungan melalui APBD dan APBN untuk penyelenggaraan pelatihan yang berkualitas. (adv)


