
BERANDA.CO, Samarinda – Persoalan stunting di Kalimantan Timur (Kaltim) masih menjadi sorotan serius dan memerlukan kerja keras lintas sektor. Meski ada penurunan tren, angka prevalensinya dinilai belum ideal menjelang target nasional 14 persen di tahun 2025.
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Damayanti, menekankan bahwa upaya penanggulangan stunting Kaltim tidak bisa hanya mengandalkan intervensi gizi, tetapi juga harus mencakup peningkatan kesadaran masyarakat dan penguatan layanan dasar, termasuk posyandu.
“Kami terus mendorong agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan rutin di posyandu. Ini bukan hanya soal pemberian makanan tambahan, tetapi juga pemantauan kesehatan anak secara berkala agar tumbuh kembangnya optimal,” ujar Damayanti di Samarinda.
Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi faktor krusial dalam mencegah stunting. Mengajak anak secara rutin ke posyandu merupakan langkah awal untuk mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak dini.
Damayanti juga menyebut bahwa DPRD Kaltim terus berkomitmen memperkuat dukungan terhadap program kesehatan, terutama melalui penguatan kebijakan anggaran untuk ibu dan anak.
“Stunting bukan hanya soal gizi, tapi tentang pola hidup, layanan kesehatan, dan edukasi yang tepat. Kita ingin memastikan seluruh anak di Kaltim tumbuh sehat dan kuat,” tambahnya.
Meskipun pemerintah telah mengembangkan berbagai program penurunan stunting, tantangan besar masih terletak pada akses layanan kesehatan yang belum merata dan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak.
Damayanti optimistis, dengan adanya sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat, target 14 persen stunting pada tahun 2025 bisa dicapai. DPRD, katanya, akan terus mengawal kebijakan berbasis data dan berpihak pada kesejahteraan keluarga.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Kaltim mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat dan kuat. DPRD Kaltim akan terus mengawal kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam penanganan stunting,” pungkasnya. (adv/red)


