BERANDA.CO, Samarinda – Mencetak lulusan vokasi yang siap memasuki dunia kerja tidak hanya bergantung pada proses belajar di ruang kelas, tetapi juga pada keterlibatan dunia industri. Komitmen itulah yang kembali ditunjukkan Astra Motor Kalimantan Timur 2 melalui partisipasinya dalam Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) 2026 bidang perawatan dan perbaikan sepeda motor, sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan vokasi bagi siswa SMK dan sekolah sederajat di Kalimantan Timur.
Berlangsung secara daring sepanjang Juni 2026, ajang LKSN menjadi wadah bagi peserta didik untuk menguji kemampuan teknis sekaligus mengukur kesiapan mereka menghadapi standar kerja di industri otomotif.
Dalam pelaksanaannya, Astra Motor Kalimantan Timur 2 dipercaya menjadi juri profesional yang menilai kemampuan peserta dari berbagai daerah. Keterlibatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara dunia usaha dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.
Ajang ini juga membuka kesempatan yang sama bagi para pelajar untuk menunjukkan kompetensi terbaiknya, sekaligus menjadi sarana menjaring bibit-bibit mekanik muda yang memiliki potensi berkembang di masa depan.
Technical Service Manager Astra Motor Kalimantan Timur 2, Ignatius Nindatama, mengatakan keikutsertaan perusahaan sebagai juri merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.
“Dalam pelaksanaan LKSN tahun ini, kami turut terlibat sebagai juri professional yang akan menilai ketelitian, keselamatan kerja, dan akurasi peserta dalam memperbaiki kendaraan roda dua secara daring,” ungkap Nindya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan Astra Motor Kalimantan Timur 2 tidak hanya sebatas mendukung penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan standar industri dalam proses penilaian peserta.
“Pelaksanaan kegiatan ini tentu menjadi bukti nyata Astra Motor Kalimantan Timur 2 dalam mewujudkan komitmen berkelanjutan Astra Motor dalam mendukung Pendidikan vokasi,” tambahnya.
Uji Kemampuan Berbasis Standar Industri
Kompetisi ini menguji kemampuan peserta melalui berbagai tahapan, mulai dari tes lisan hingga praktik keterampilan. Materi yang diujikan mencakup perakitan komponen sepeda motor, pemeriksaan dan pengukuran menggunakan alat ukur, serta pelaksanaan general repair sesuai buku pedoman reparasi yang mengacu pada perkembangan industri otomotif saat ini.
Seluruh bentuk pengujian disusun berdasarkan kurikulum pendidikan menengah kejuruan dan disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta. Dengan pendekatan berbasis proyek, para siswa ditantang menyelesaikan pekerjaan sebagaimana yang dilakukan teknisi di dunia industri.
Melalui proses tersebut, peserta tidak hanya dinilai dari hasil akhir pekerjaan, tetapi juga dari ketelitian, penerapan prosedur keselamatan kerja, hingga kemampuan menganalisis permasalahan teknis secara sistematis.
Di akhir kegiatan, Astra Motor Kalimantan Timur 2 berharap kehadirannya mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas lulusan vokasi di Kalimantan Timur.
“kami berharap semoga keterlibatan Astra Motor Kaltim 2 dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kemampuan teknis, ketelitian, serta profesionalisme peserta uji yang sesuai dengan standar industri otomotif modern,” tutupnya.
Melalui kolaborasi yang terus dibangun bersama dunia pendidikan, Astra Motor Kalimantan Timur 2 berharap semakin banyak talenta muda vokasi yang siap bersaing di dunia kerja. Sinergi antara sekolah dan industri diharapkan menjadi fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan industri otomotif masa kini. (red)


