
BERANDA.CO, Samarinda — Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, menyuarakan pesan moral agar seluruh pihak tidak melakukan praktik politik transaksional yang bisa merusak proses demokrasi. Hal ini ia sampaikan dalam pertemuannya bersama dua mahasiswa asal Kaliorang, Kutai Timur, di ruang Fraksi PKS DPRD Kaltim, Senin (7/7/2025).
“Kita harus refleksikan pentingnya kepemimpinan yang lahir dari kualitas, bukan dari uang. Pemimpin sejati tidak dibeli, tapi dipilih karena integritas dan kapasitasnya,” tegas Agusriansyah.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah menekankan bahwa pejabat publik idealnya hadir sebagai representasi suara rakyat, bukan hasil dari transaksi pragmatis yang merusak tatanan demokrasi.
Menurutnya, integritas dan kompetensi harus menjadi syarat utama dalam proses seleksi kepemimpinan, bukan uang atau kepentingan sesaat. Ia menegaskan, jika awal proses politik sudah cacat, maka hasilnya pun tidak akan membawa manfaat bagi masyarakat.
“Pemimpin yang lahir dari politik uang tak akan peduli pada rakyat. Maka kita butuh sistem politik yang bersih dan adil,” tambahnya.
Agusriansyah juga mengajak generasi muda, terutama mahasiswa, untuk menjadi pengawas aktif dalam proses demokrasi. Ia menilai, kaum muda memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem politik yang sehat dan beretika.
“Jangan diam. Mahasiswa harus jadi garda depan dalam menolak politik uang dan ikut mengedukasi masyarakat untuk memilih berdasarkan kualitas,” ucapnya.
Agusriansyah menilai, praktik tersebut adalah akar dari rendahnya kualitas kepemimpinan dan lemahnya kepercayaan publik terhadap institusi negara.
“Kalau kita biarkan politik dibeli, maka jangan heran jika nanti kebijakan juga dijual. Mari bersama tolak politik transaksional demi masa depan bangsa,” tutupnya. (adv/red)


