spot_img

Waspada Pasang Air Laut Tinggi di Pesisir Kalimantan Timur, BMKG Imbau Kewaspadaan

BERANDA.CO, Balikpapan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan memberikan imbauan kepada warga pesisir Kalimantan Timur untuk waspada terhadap pasang air laut yang diprediksi setinggi 2,9 meter pada periode 11-20 November. Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman-Sepinggan, Diyan Novrida, menekankan pentingnya kewaspadaan, mengingat dampak pasang laut dapat mengganggu berbagai aktivitas di kawasan pesisir.

Pasang air laut dengan ketinggian tertinggi di beberapa kawasan, termasuk Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Kutai Timur, diprediksi terjadi pada 14 dan 15 November. Dampak yang mungkin terjadi melibatkan gangguan pada budi daya perikanan tambak, aktivitas bongkar muat di pelabuhan, dan risiko banjir di rumah warga dekat pantai.

BACA JUGA  Membangun Masa Depan, Grand Desain Kepemudaan untuk Generasi Kaltim

“Pasang laut juga bisa mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, termasuk rumah warga dekat pantai yang rawan banjir,” ungkapnya, Senin (13/11/2023).

Diyan Novrida menyebutkan prakiraan surut terendah, setinggi 0,2 hingga 0,3 meter, yang diprakirakan terjadi pada 14-16 November. Wilayah-wilayah seperti Muara Sungai Berau, Pulau Nubi (Muara Sungai Mahakam), dan Teluk Sangkulirang juga masuk dalam perhatian BMKG terkait tingginya pasang air laut.

“Untuk kawasan Muara Sungai Berau, prakiraan pasang tertinggi diprakirakan terjadi pada 15 November dengan ketinggian 2,9 meter pada pukul 21.00 WITA,” terangsnya.

Warga diminta untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dan berhati-hati terutama pada tanggal 14 dan 15 November di beberapa wilayah yang diprediksi akan mengalami pasang tertinggi pada pukul 19.00 WITA. BMKG akan terus memantau situasi dan memberikan informasi lebih lanjut seiring berjalannya periode pasang air laut tinggi ini.

BACA JUGA  Dokumen Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana dan Rencana RR Pasca-Bencana di BPBD Kaltim

“Sedangkan surut terendah setinggi 0,3 meter, diprakirakan terjadi dua hari pada 15 dan 16 November sekira pukul 12.00 dan 13.00 WITA,” tandasnya. (adv)

Facebook Comments Box

  Yuk gabung ke Chanel WhatsApp Beranda.co!

spot_img

Baca Juga

Artikel Terkait

google-site-verification=2BD9weAnZwEeg5aPSMuk5688uWcb6MUgj2-ZBLtOHog