spot_img

Pengalaman Rasman dengan Reog Ponorogo

BERANDA.CO, Samarinda – Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Rasman, mengalami pengalaman menarik sebelum menghadiri acara pembukaan Kecakapan Hidup di Kecamatan Long Mesangat, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Senin 13 November 2023. Rasman secara spontan diajak naik ke atas Reog Ponorogo sebelum acara dimulai, menjadikan pengalaman tersebut sebagai interaksi langsung pertamanya dengan kesenian Reog.

Menurut Rasman, Reog Ponorogo telah menjadi andalan dalam berbagai acara di Kaltim, menghiasi berbagai acara mulai dari kegiatan pemerintahan hingga hiburan. Rasman menilai bahwa Reog Ponorogo secara konsisten meramaikan berbagai acara di Kaltim, termasuk dalam agenda Liga Pemuda Etam dan pembukaan Kecakapan Hidup.

BACA JUGA  Kolaborasi Dispora Kaltim dan Kesbangpol, Pembinaan Paskibraka Mengacu pada Perpres 51/2022

“Sering tampil dalam berbagai acara di Kaltim, Reog Ponorogo senantiasa memeriahkan suasana dengan penampilannya yang mengagumkan,” ujar Rasman.

Dalam konteks pelestarian budaya, Rasman menegaskan bahwa seni dan budaya lokal seperti Reog Ponorogo harus dilestarikan dengan melibatkan generasi muda dan anak-anak sebagai penerusnya. Menurutnya, kesenian ini adalah aset budaya yang memerlukan perhatian dan pelestarian.

“Seni budaya lokal kita seperti Reog Ponorogo harus dilestarikan dengan melibatkan pemuda dan anak-anak sebagai penerusnya. Ini aset budaya yang harus dijaga,” tegas Rasman.

Rasman mendorong pemerintah daerah dan DPRD untuk memberikan perhatian serius terhadap upaya pelestarian seni dan budaya lokal, khususnya Reog Ponorogo yang memiliki daya tarik besar di kalangan masyarakat Kaltim. Ia meyakini bahwa kesenian ini juga memiliki potensi pariwisata yang layak dikembangkan.

BACA JUGA  Dispora Drumband Corp Berlaga di Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X 2024

“Harapannya, pemerintah daerah dan DPRD memberikan perhatian khusus pada pelestarian kesenian lokal seperti Reog Ponorogo ini. Kesenian ini memiliki potensi pariwisata yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dan lembaga legislatif,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi dalam upaya pelestarian dan pengembangan, seni dan budaya lokal, termasuk Reog Ponorogo, diyakini akan terus hidup dan memberikan warna dalam kehidupan masyarakat Kaltim hingga generasi mendatang. Rencananya, di Long Mesangat, akan diadakan lima bidang pelatihan, mencakup sablon dan desain, peternakan, tata boga, perbengkelan, dan makeup artist. (adv)

Facebook Comments Box

  Yuk gabung ke Chanel WhatsApp Beranda.co!

spot_img

Baca Juga

Artikel Terkait

google-site-verification=2BD9weAnZwEeg5aPSMuk5688uWcb6MUgj2-ZBLtOHog