spot_img

DBON: Langkah Besar Kalimantan Timur dalam Pembinaan Atlet Berbakat

BERANDA.CO, Samarinda – Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki misi besar dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), yaitu melaksanakan pembinaan olahraga usia dini. Metode ini menggali potensi atlet berbakat, dan mirip dengan pendekatan yang telah sukses diterapkan di sejumlah negara Asia seperti Tiongkok, Vietnam, Korea Selatan, dan Thailand yang memiliki prestasi olahraga tingkat dunia.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, yang juga menjabat sebagai Kepala Sekretariat DBON Kaltim, Agus Hari Kesuma, menyatakan bahwa Kaltim sebagai provinsi pertama yang menerapkan konsep ini di Indonesia. Ia menyoroti bahwa pembinaan olahraga di Indonesia cenderung kurang memperhatikan atlet muda di tingkat daerah. “Pembinaan olahraga di Indonesia kurang memperhatikan di tingkat daerah terutama atlet-atlet muda,” ujarnya.

BACA JUGA  Jalan Berliku Menuju Jepang: Kisah Muhammad Athorikkal Syawal, Pemuda Wakil Kaltim di PPAN 2024

Terlalu sering, atlet berprestasi langsung diambil ke pusat pelatihan, tanpa mempertimbangkan metode pembinaan yang tepat di daerahnya. DBON, melalui Peraturan Presiden 86 Tahun 2022, berupaya membenahi prestasi atlet di seluruh Tanah Air, dimulai dari daerah-daerah.

Agus Hari Kesuma berharap bahwa dengan pendekatan pembinaan usia dini, akan muncul lebih banyak atlet berprestasi yang pada akhirnya bisa bersaing di tingkat nasional hasil dari pembinaan yang kuat di daerahnya.

Saat ini, dengan 14 cabang olahraga yang dinaungi DBON di Kaltim, diharapkan sistem pembinaan dapat ditingkatkan dengan alokasi anggaran yang memadai. Dengan dana yang disediakan untuk pembinaan atlet di daerah, peluang untuk meningkatkan pembinaan secara efektif semakin terbuka. Pemerintah perlu memperhatikan pembinaan atlet usia dini sejak usia enam tahun, yang selama ini belum terlaksana secara optimal, sehingga dengan hadirnya DBON, semua aspek pembinaan olahraga dapat ditingkatkan.

BACA JUGA  Dispora Kaltim Mendorong Persiapan Atlet Menuju PON XXI Aceh-Sumut 2024

“Dengan adanya alokasi dana untuk pembinaan atlet di daerah tentu saja peluang meningkatkan pembinaan dengan baik terbuka lebar. Pemerintah harus memperhatikan pembinaan atlet usia dini sejak enam tahun. Hal itulah yang tak terjadi selama ini, daerah bergerak sendiri. Melalui DBON semua akan dibenahi,” tukasnya. (adv)

Facebook Comments Box

  Yuk gabung ke Chanel WhatsApp Beranda.co!

spot_img

Baca Juga

Artikel Terkait

google-site-verification=2BD9weAnZwEeg5aPSMuk5688uWcb6MUgj2-ZBLtOHog