BERANDA.CO, Samarinda – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim) meluncurkan program imunisasi Human Papillomavirus (HPV) sebagai bagian dari Bulan Imunisasi Anak Nasional.
Ivan Hariyadi, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kaltim, menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan telah memutuskan untuk menjalankan program imunisasi HPV secara nasional pada tahun ini, walaupun beberapa daerah telah memulai program ini sejak tahun 2022.
Dalam konteks Kaltim, program ini baru dimulai pada tahun 2023 dan imunisasi itu ditujukan kepada siswi kelas V SD sebagai upaya pencegahan kanker serviks sejak dini.
“Imunisasi HPV akan diberikan kepada siswi kelas V SD, sebagai bagian dari upaya pencegahan kanker serviks sejak dini,” ungkapnya.
Menurut Ivan Hariyadi, imunisasi tersebut akan diberikan dua kali, pertama saat siswi berada di kelas V SD dan kedua saat siswi berada di kelas VI SD. Program imunisasi lainnya juga diberikan, seperti imunisasi Tetanus Difteri (TD) kepada siswa kelas I SD pada bulan Agustus.
Selain menyasar siswi yang bersekolah, program itu juga akan diberikan kepada anak-anak yang tidak bersekolah dengan usia yang setara. Perempuan dewasa juga akan dimungkinkan untuk mendapatkannya setelah melalui pemeriksaan yang memastikan tidak ada infeksi virus atau gejala kanker serviks.
Selain program imunisasi HPV, pemerintah juga merencanakan untuk memberikan imunisasi Rotavirus (RV). Vaksin RV diberikan dalam bentuk tetes di mulut dan ditujukan kepada bayi yang berusia dua bulan. Pelaksanaan imunisasi RV akan dilakukan dalam tiga tahap, dengan interval empat minggu antara setiap pemberian vaksin. Program ini akan dilaksanakan di posyandu dan menargetkan bayi-bayi usia dua bulan. “Selain imunisasi HPV, pemerintah juga merencanakan untuk memberikan imunisasi RV (Rotavirus, Red.),” terangnya.
Pada tahap awal, sekitar 6.400 siswi kelas V SD di Kota Samarinda akan menerima imunisasi HPV. Namun, jumlah tersebut belum mencakup data dari kabupaten lain di Kaltim seperti Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, dan daerah lainnya. Secara keseluruhan, pada peluncuran perdana program imunisasi HPV tahun 2023, tersedia vaksin HPV untuk sekitar 40.000 siswi, dan untuk vaksin RV sekitar 100.000 bayi.
Ivan Hariyadi menekankan bahwa program imunisasi HPV dan RV adalah langkah penting dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi perempuan yang rentan terhadap kanker serviks dan bayi yang rentan terhadap penyakit diare. Dengan implementasi yang tepat waktu dan efektif, program imunisasi diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan masyarakat di Kaltim. “Pemerintah berharap pelaksanaan program imunisasi yang tepat waktu dan efektif, masyarakat dapat terhindar dari penyakit yang dapat dicegah. Imunisasi sukses memberikan manfaat besar bagi kesehatan masyarakat Kaltim,” tandasnya. (adv)


