BERANDA.CO, Samarinda – Memasuki masa libur sekolah di Kalimantan Timur pada 22 Juni hingga 11 Juli 2026, banyak keluarga memanfaatkan momen ini untuk bepergian bersama, baik berkeliling kota maupun melakukan perjalanan jarak jauh. Menyikapi meningkatnya mobilitas tersebut, Astra Motor Kalimantan Timur 2 membagikan tips #Cari_Aman agar kegiatan bonceng anak naik motor tetap mengedepankan keselamatan berkendara keluarga.
Di tengah meningkatnya mobilitas keluarga selama masa liburan, keselamatan berkendara menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan, terutama bagi orang tua yang bepergian dengan anak menggunakan sepeda motor.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Kalimantan Timur 2, Arisettya, mengingatkan bahwa perjalanan bersama keluarga perlu dibarengi dengan penerapan prinsip keselamatan berkendara.
“Melakukan perjalanan sembari berboncengan tentu perlu diimbangi dengan tips berkendara yang aman lewat tips Cari Aman agar perjalanan bersama keluarga tetap terasa menyenangkan dan aman sampai tujuan,” ungkap Arisettya.
Menurutnya, masih banyak pengendara yang belum memahami cara membonceng anak dengan benar, termasuk kebiasaan menempatkan anak di posisi yang kurang aman.
“Contoh mudah dan paling banyak dilakukan ialah menepatkan posisi berkendara yang baik dan benar saat membonceng anak di posisi depan. Hal ini tentunya harus diperhatikan karena jika dilakukan dengan tidak tepat, terdapat beberapa potensi bahaya seperti terbentur ataupun terjepit,” tambahnya.
Agar perjalanan selama libur sekolah tetap aman dan nyaman, Astra Motor Kalimantan Timur 2 membagikan sejumlah tips #Cari_Aman yang dapat diterapkan para orang tua saat berkendara bersama anak.
1. Gunakan Perlengkapan Berkendara Lengkap
Anak memiliki risiko yang sama dengan pengendara saat berada di atas sepeda motor. Karena itu, anak juga wajib menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu.
2. Pastikan Posisi Membonceng Sudah Benar
Anak sebaiknya duduk di belakang dengan posisi tubuh lurus dan rapat dengan pengendara. Posisi tersebut membantu anak memegang tubuh pengendara dengan lebih baik sehingga keseimbangannya tetap terjaga selama perjalanan.
3. Pastikan Anak Siap untuk Dibonceng
Sebelum berkendara, orang tua perlu memastikan anak sudah mampu memegang pengendara dengan kuat dan kakinya dapat menapak sempurna pada pijakan kaki pembonceng. Jika diperlukan, gunakan sabuk pembonceng untuk membantu menjaga posisi dan keseimbangan anak.
4. Kendalikan Kecepatan Berkendara
Berkendara bersama anak membutuhkan kecepatan yang lebih terkontrol. Membuka gas secara tiba-tiba, bermanuver agresif, atau melakukan pengereman mendadak berpotensi membuat anak kehilangan keseimbangan dan merasa tidak nyaman selama perjalanan.
5. Atur Waktu, Rute, dan Jarak Tempuh
Ketahanan fisik anak berbeda dengan orang dewasa. Karena itu, orang tua disarankan memilih waktu perjalanan yang nyaman, seperti berangkat pada pagi hari untuk menghindari terik matahari. Selain itu, pilih rute yang aman dan tentukan waktu istirahat jika perjalanan berlangsung cukup jauh.
6. Sering Lakukan Konfirmasi kepada Anak
Orang tua perlu secara berkala menanyakan kondisi anak selama perjalanan, seperti apakah merasa haus, mengantuk, lelah, atau tidak nyaman. Langkah sederhana ini dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini dan mengurangi potensi bahaya.
7. Kenalkan Edukasi #Cari_Aman Sejak Dini
Selain menjaga keselamatan selama perjalanan, masa liburan juga bisa menjadi momen untuk mengenalkan anak pada pentingnya keselamatan berkendara dan pemahaman dasar mengenai rambu-rambu lalu lintas.
Bagi banyak keluarga, libur sekolah memang menjadi kesempatan berharga untuk menciptakan kenangan bersama. Namun, di balik keseruan perjalanan, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama. Dengan menerapkan tips #Cari_Aman, perjalanan bersama anak tidak hanya terasa menyenangkan, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman hingga tiba di tujuan. (red)


