BERANDA.CO, Samarinda – Dalam semangat memperingati Hari Santri 2025, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengembangkan pembinaan terarah dan berkelanjutan bagi generasi muda masjid melalui tiga pilar utama: kaderisasi, literasi, dan aksi sosial.
Ketua Umum DPW BKPRMI Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menjelaskan bahwa lembaganya konsisten memperkuat kapasitas remaja masjid agar berdaya saing dan berperan aktif dalam pembangunan sosial keagamaan di daerah.
“Melalui Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Dakwah (LPPD) serta LPPTKA, kami memperkuat kemampuan remaja masjid lewat pelatihan kepemimpinan, komunikasi publik, dan manajemen kegiatan masjid,” ujar Reza, yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, saat dihubungi Beranda.co.
Ia menambahkan, BKPRMI Kaltim juga gencar mendorong literasi digital dan moderasi beragama, agar remaja masjid mampu berdakwah secara bijak di ruang digital. “Remaja masjid harus aktif bukan hanya di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya sebagai duta dakwah yang santun dan cerdas,” tambahnya.
Dalam momentum Hari Santri Nasional 2025, Reza mengungkapkan sejumlah program telah disiapkan, antara lain Gerakan Santri Peduli Lingkungan, Lomba Dakwah Digital dan Literasi Santri Milenial, serta Dialog Kebangsaan Santri Nusantara yang melibatkan pesantren dan ormas Islam di Kalimantan Timur. Kegiatan ini juga disertai bakti sosial dan pelayanan masyarakat sebagai bentuk pengabdian nyata santri dan remaja masjid.
“Semua kegiatan itu diarahkan agar santri tidak hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi juga aktor sosial yang berperan dalam membangun peradaban Nusantara,” tegas Reza.
Lebih lanjut, politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini menekankan bahwa moderasi beragama menjadi ruh gerakan dakwah BKPRMI. Nilai-nilai tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang) selalu disisipkan dalam setiap pelatihan dan kegiatan pembinaan remaja masjid.
“Kami juga aktif membangun jejaring lintas organisasi kepemudaan dan lintas agama agar anak muda Muslim terbiasa berdialog, bukan berdebat; bersinergi, bukan berkonflik. Inilah dakwah yang damai dan produktif,” ucapnya.
Lebih lanjut, Reza mengajak pemuda masjid di seluruh Kaltim untuk menjadikan masjid sebagai pusat kreativitas dan peradaban umat.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga ruang lahirnya ide dan gerakan sosial. Dari masjid kita bangun karakter, dan dari karakter lahirlah peradaban,” tandasnya. (red)


